Nusantara

Gerak Cepat Respons Bencana, Pertamina Gunakan Helikopter ‘Sling Load’ untuk Kirim 72 Tabung LPG ke Bener Meriah

Gerak Cepat Respons Bencana, Pertamina Gunakan Helikopter ‘Sling Load’ untuk Kirim 72 Tabung LPG ke Bener Meriah

Pertamina Gunakan Helikopter Kirim 72 Tabung LPG ke Bener Meriah (dok)

Wartalampung.id, Aceh – PT Pertamina (Persero) mengambil langkah strategis dan historis dalam menjamin pasokan energi di tengah situasi darurat bencana. Pada Selasa, 10 Desember 2025, Pertamina sukses menerapkan metode pengiriman sling load menggunakan helikopter untuk mempercepat penyaluran Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke wilayah Bener Meriah, Aceh, yang akses daratnya terputus.

Sebanyak 72 tabung Bright Gas 12 kg berhasil dikirimkan dalam tiga kali penerbangan dari Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe, menuju Bandara Rembele, Bener Meriah.

Pengiriman ini disaksikan langsung oleh Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, didampingi Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra. Aksi cepat ini sekaligus menjadi kado ulang tahun Pertamina ke-68, menunjukkan komitmen nyata perusahaan dalam menghadirkan energi tanpa terkecuali.

Tindak Lanjut Arahan Presiden

Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa langkah sinergi strategis ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Rapat Terbatas (Ratas) di Banda Aceh, Minggu (7/12/2025).

“Ini adalah bentuk nyata komitmen agar energi bisa sampai lebih cepat kepada masyarakat Bener Meriah yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar Simon.

Selain pasokan LPG darurat ini, Pertamina juga telah menyalurkan bantuan kepada 164 posko dan mendukung ketersediaan energi di 111 dapur umum. Termasuk di dalamnya adalah dorongan BBM dan Avtur untuk alat berat guna mempercepat pembangunan akses jalan yang terputus.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI, BNPB, Polri, dan seluruh instansi terkait serta kepada Perwira Pertamina yang terus hadir di lokasi menyalurkan energi sekaligus melanjutkan tugas kemanusiaan,” tambahnya.

Prosedur Keamanan Ketat dengan Sling Load

Metode sling load—menggantungkan barang dengan kabel atau tali pengaman—dipilih karena efisiensinya. Setiap tahapan pengiriman telah melalui pengecekan dan prosedur keselamatan yang sangat ketat dari HSE Pertamina dan BNPB, termasuk pengaturan batas ketinggian terbang helikopter dan penyusunan tabung.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth, menjelaskan bahwa 72 tabung Bright Gas 12 kg dikemas menjadi tiga paket pengiriman, di mana setiap paket berisi 24 tabung.

“Setiap pengiriman tabung LPG disusun tegak atau vertikal dengan valve menghadap ke atas dan diletakkan di atas palet yang dilengkapi cargo net agar stabil saat handling dan landing,” jelas Roberth.

Heli Sikorsky S-61A yang digunakan dalam misi ini lepas landas dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, dan tiba di Bandara Malikussaleh. Demi kecepatan, heli langsung mengangkat paket pertama tanpa mendarat, menunjukkan bahwa setiap menit sangat berharga bagi warga yang terdampak.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menekankan bahwa upaya percepatan distribusi ini adalah hasil kolaborasi erat. “Di lapangan, kami tidak bekerja sendiri. Upaya mempercepat distribusi LPG ke Bener Meriah ini bisa terjadi karena gotong royong dan koordinasi yang kuat, sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya,” tutup Mars Ega.

Roberth menambahkan bahwa meskipun Pertamina telah menggunakan moda udara seperti pesawat perintis dan Hercules sejak 3 Desember, penggunaan helikopter dengan metode sling load untuk LPG baru pertama kali dilakukan. “Kami akan melalukan segala cara termasuk dengan berbagai moda udara untuk membawa energi yang dapat menghidupkan dapur umum, menghangatkan makanan, dan membantu aktivitas kebutuhan dasar warga di tengah keterbatasan,” pungkasnya. [rilis]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda