Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, secara resmi memulai sosialisasi pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026, sebuah Proyek Statistik Nasional (PSN) yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali.
Sosialisasi ini disampaikan dalam workshop wartawan bertema “Strategi Liputan Berbasis Data untuk Mengawal Pembangunan Daerah,” di Aula BPS Lampung, 10 Desember 2025.
Ahmadriswan menekankan bahwa kesuksesan sensus yang akan memotret seluruh aktivitas usaha, dari skala besar hingga pelaku UMKM di pelosok desa, sangat bergantung pada kolaborasi media dan dukungan penuh dari masyarakat.
Jaminan Penting: Bukan untuk Pajak atau Penilaian Usaha
Dalam sesi tersebut, Kepala BPS berulang kali memberikan jaminan penting kepada para pelaku usaha agar tidak ragu memberikan data. Ia menegaskan bahwa tujuan Sensus Ekonomi 2026 murni untuk perencanaan pembangunan ekonomi nasional dan daerah.
“Tolong sampaikan pesan ke masyarakat bahwa sensus ekonomi tidak terkait pajak. Tidak menilai untung rugi usaha, dan tidak digunakan untuk tujuan penegakan hukum,” tegas Ahmadriswan, menghilangkan kekhawatiran yang sering muncul di kalangan pengusaha.
Ia menjelaskan bahwa dengan memberikan data yang akurat, masyarakat secara langsung berkontribusi dalam perumusan kebijakan-kebijakan berkualitas serta panduan program pembangunan oleh pemerintah.
Peran Strategis Jurnalis dan Kolaborasi
Kepala BPS Lampung juga menyoroti peran strategis media dalam menyukseskan Proyek Statistik Nasional ini. Menurutnya, tanpa dukungan publik yang dibangun melalui narasi yang tepat, pelaksanaan sensus akan menghadapi hambatan.
“Kolaborasi jurnalis sangat strategis untuk menciptakan narasi yang cocok,” ucap Ahmadriswan, berharap media dapat membantu membangun kesadaran publik mengenai pentingnya data sensus bagi kemajuan ekonomi daerah.
Ia juga mengajak semua pihak untuk bersinergi dan menjadikan Sensus Ekonomi 2026 sebagai momentum bersama. “Mari kita jadikan Sensus Ekonomi 2026 sebagai momentum bersama untuk memperkuat ekosistem ekonomi daerah dalam mendorong kemajuan Lampung,” tutupnya. [Anggi Dwi Raharti]

Tinggalkan Komentar Anda