Bandar Lampung

Gamud 2025 Siap Digelar, Dorong Kreativitas dan Kolaborasi Eksakta Muda FKIP Unila

Gamud 2025 Siap Digelar, Dorong Kreativitas dan Kolaborasi Eksakta Muda FKIP Unila

Himasakta FKIP Unila. | Dandy HR

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Eksakta (Himasakta) FKIP Unila resmi mempersiapkan penyelenggaraan Gelaran Karya Eksakta Muda (Gamud) 2025.

Gamud adalah ajang kompetisi dan kreasi yang dirancang untuk menampung ide, potensi, serta kreativitas mahasiswa.

Acara ini akan berlangsung di Aula Gedung C FKIP Unila, 22 November 2025.

Dalam wawancara hari ini, Ketua Umum Himasakta, Muhammad Faishal Abdurrafi, menjelaskan Gamud menjadi wadah penting bagi para anggota baru Himasakta yang dikenal sebagai Eksakta Muda.

Mereka bergabung pada pertengahan periode dan belum sempat terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi sebelumnya.

Tahun ini Gamud mengangkat tema “Ignite Your Passion, Create Your Future”, yang menurut Faishal menggambarkan dorongan agar mahasiswa berani menyalakan semangat diri untuk membentuk masa depan yang lebih baik.

Selain itu, Gamud 2025 juga memiliki perbedaan mencolok dibanding tahun-tahun sebelumnya, yakni adanya seminar kemediaan yang akan dibuka pada awal acara.

Tahun ini Gamud menghadirkan tiga cabang perlombaan, yaitu poster, solo song, dan baca puisi. Pemilihan tiga lomba ini didasarkan pada tingginya minat mahasiswa FKIP Unila dalam bidang tersebut.

Adapun sasaran utama peserta adalah mahasiswa FKIP Unila. Pertimbangannya adalah agar jumlah peserta tidak terlalu besar dan mempermudah proses pelaksanaan final secara offline di lingkungan FKIP.

Antusiasme mahasiswa terhadap Gamud 2025 dinilai cukup tinggi. Perbedaan HTM antara gelombang 1 dan 2 diterapkan untuk mendorong peserta mendaftar lebih awal.

Meskipun demikian, panitia tidak menetapkan target jumlah peserta karena fokus utama adalah memberikan pengalaman berharga bagi Eksakta Muda dalam mengelola acara.

Panitia yang didominasi oleh Eksakta Muda 2025 telah menunjukkan kesiapan dan antusiasme tinggi dalam mempersiapkan acara. Namun, komunikasi internal sempat menjadi kendala utama.

“Kami sering mengalami miskomunikasi antarpanitia. Untuk mengatasi itu, kami mengadakan rapat rutin setiap minggu agar semua informasi tersampaikan dengan jelas,” ungkapnya.

Faishal menjelaskan, juri yang dilibatkan merupakan mahasiswa dan individu yang memiliki pengalaman serta prestasi di bidang lomba masing-masing.

Kriteria penilaian setiap lomba beragam, namun keaslian karya menjadi poin utama terutama pada desain poster.

Selain sertifikat dan uang pembinaan untuk tiga pemenang tiap cabang lomba, Gamud 2025 diharapkan memberikan manfaat lebih, seperti pengalaman, relasi baru, dan bekal mental untuk menghadapi kompetisi di masa mendatang.

Menutup wawancara, Ketua Umum Himasakta menyampaikan pesan khusus kepada seluruh peserta.

“Ikutilah Gamud dengan sportif. Menang atau kalah itu hal biasa. Yang terpenting adalah pengalaman dan pembelajaran yang bisa menjadi bekal untuk lomba-lomba berikutnya,” pesannya. [Dandy HR]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda