Pimpinan FKIP Unila. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) melaksanakan kunjungan kerja sama internasional ke Malaysia pada 10–13 Oktober 2026.
Kegiatan ini melibatkan pimpinan fakultas, ketua dan sekretaris jurusan, serta para ketua program studi dari berbagai jenjang pendidikan. Bertujuan memperkuat jejaring akademik sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kaprodi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila, Mme Setia Rini, mengatakan kunjungan tersebut merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah terjalin, antara FKIP Unila dan sejumlah institusi pendidikan di Malaysia dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, kesempatan kunjungan secara langsung menjadi langkah penting untuk mempererat hubungan. Sebelumnya hubungan ini banyak dibangun melalui komunikasi daring.
“Kerja sama yang dilakukan itu tidak hanya sekadar satu hal. Banyak hal yang kami lakukan di sana, mulai dari riset atau penelitian, pengabdian, hingga kolaborasi,” ujar Setia.
Agenda utama berlangsung pada Senin, 12 Oktober 2026, melalui kunjungan ke sebuah sekolah dasar di wilayah Selangor dan Universiti Teknologi MARA (UiTM).
Di sekolah dasar, mereka melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sesuai bidang keilmuan masing-masing. Sementara itu, kunjungan ke UiTM menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan akademik, dengan menjajaki pengembangan kerja sama bersama mitra di Malaysia.
Keterlibatan pimpinan hingga kaprodi dari berbagai program studi menjadi salah satu hal penting dalam kunjungan ini.
Dengan keterlibatan lintas bidang, kerja sama internasional diharapkan tidak hanya berjalan pada tingkat pimpinan fakultas, tetapi juga dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masing-masing program studi.
Setia Rini menilai, setiap bidang keilmuan memiliki potensi untuk berkontribusi dalam kerja sama internasional, mulai dari bahasa, seni, hingga sains dan bidang pendidikan lainnya.
Hasil kunjungan tersebut, memberikan respons positif dan membuka peluang untuk memperluas jejaring, serta membangun kolaborasi yang lebih intensif pada masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, FKIP Unila berupaya menjadikan kerja sama internasional sebagai sarana pengembangan pendidikan, dapat memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, dan masyarakat. [Helen Meldiana]

Tinggalkan Komentar Anda