Erma Mutiarasanti. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Erma Mutiarasanti lahir di OKU Timur, 8 Agustus 1988. Perempuan cantik ini kini berlamat di Jalan Segala Mider Gang Landak , Tanjungkarang Barat. Ia adalah lulusan D3 Komputerisasi Akuntansi Universitas Teknokrat Indonesia.
“Aku masuk tahun 2016 dan lulus 2019. Lima semester aku enyam sampai mendapat gelar di Teknokrat,” kata Erma kepada wartalampung.id via percakapan WhatsApp hari ini, Selasa, 25 Mei 2021.
Perempuan lulusan SMA Negeri 1 Belitang itu sekarang bekerja di PT PLN (Persero) sejak Juli 2011. Dan sejak Desember 2019, ia ditempatkan di PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung sebagai asisten manajer umum.
Erma bercerita, pada waktu itu ia ikut tes di Unila sekitar bulan Agustus 2010. Adapun peserta sekitar 3.000 pendaftar. Tesnya bertahap dari akademik sampai dengan psikologis. Perekrutan pegawai pada waktu itu dari tes 1 sampai tes terakhir sekitar 3 bulan.
Erma mengatakan, awalnya ia tidak percaya bisa sampai di titik dinyatakan lulus. Dan pada waktu itu, dari alumni Teknokrat yang diterima adalah 6 orang.
“Itu adalah suatu kebanggaan karena alumni Teknokrat bisa bersaing dengan universitas lain di dalam dan luar Lampung,” kata dia.
Erma mengatakan, dukungan kampus memang luar biasa untuk mahasiswa. Kondisi kampus yang nyaman dan disiplin membuat semua berjalan dengan lancar. Erma menuturkan, di Teknokrat, disiplin adalah hal utama, baik disiplin waktu maupun dalam disiplin pengumpulan tugas.
“Sekarang terbawa sampai dengan dunia kerja. Waktu itu sangat berharga,” ujarnya.
Erma juga menilia, pengetahuan akademik yang diberikan kampus sangat berguna. Ia mengatakan, dulu pada waktu kuliah D3, harus melakukan PKL (praktik kerja lapangan) yang riil di sebuah perusahaan. Dan hasil PKL-nya digunakan dalam menyusun tugas akhir.
Kata Erma, dalam PKL tersebut ilmu pengetahuan yang didapat di kampus bisa dipraktikkan kala itu. Ada juga mata kuliah Pengembangan Diri yang memberikan mahasiswa dan mahasiswi dasar-dasar bagaimana kita bisa menempatkan diri dan memaksimalkan segala potensi.
Sehingga, kata dia, mereka bisa menjadi pribadi yang luar biasa dan bertahan dengan segala perubahan zaman yang silih berganti.
Sewaktu di kampus, kegiatan ekstra Erma tidak begitu banyak. Ia hanya mengikuti kegiatan komputerisasi, agama, dan beberapa kali dilibatkan dalam acara seperti Paskibra ketika ada upacara.
Soal cara mengajar dosen, kata Erma, sangat berkesan. Para dosen terbuka dengan pertanyaaan mahasiswa dan luwes membagikan ilmu pengetahuan yang diajarkan dan bagaimana nanti menerapkan di dunia luar.
Agar tidak tertinggal dengan mahasiswa-mahasiswa kampus lain, kata dia, para dosen memberikan arahan agar apa yang kita pelajari bisa bersaing dengan baik dengan lulusan universitas negeri maupun swasta lainnya.
Para mahasiswa pun dituntut agar mempunyai keterampilan, bisa di bidang komputer ataupun akuntansinya , atau lebih baik bisa kedua-duanya.
Menanggapi ini, Wakil Rektor I Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Mahathir Muhammad SE MM memberikan respons sangat positif. kampus sangat bangga salah seorang alumni menjadi karyawati di PLN UID Lampung.
Mahathir mengatakan, kemampuan Erma dalam komputerisasi akuntansi memang memuaskan sejak kuliah di Teknokrat. Erma, kata Mahathir, memang sudah menunjukkan kecerdasan dan keluwesan dalam dunia perkantoran sejak masih mahasiswa dan makin mahir saat PKL.
Erma juga dinilai Mahathir mempunyai kedisiplinan yang tinggi dengan indeks prestasi kumulatif yang sangat memuaskan. Dengan begitu, ia mampu mengikuti semua tes masuk PLN dan berkarier di sana sampai dengan sekarang.
Mahathir ingin semua mahasiswa dan mahasiswi Teknokrat mempunyai mental baja, kepribadian yang baik, dan kompetensi memadai sesuai dengan basis studinya seperti Erma.
Kampus, kata Mahathir, memberikan dampak yang besar atas kesuksesan alumni di masa depan. Syaratnya, terus menjaga semangat belajar, meningkatkan kompetensi, serta menjaga sikap.
Mahathir mendoakan Erma sukses dalam karier dan mencapai puncak tertinggi di PLN. [Widya]
