Dian Puspita. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Dublin – Salah seorang dosen Sastra Inggris Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan Universitas Teknokrat Indonesia, Dian Puspita, S.Hum., M.Li., mendapatkan kesempatan untuk bergabung dalam program Bridging Course dosen perguruan tinggi akademik gelombang II.
Ini merupakan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang bertujuan untuk memfasilitasi dosen mengikuti pelatihan pradoktoral dalam rangka mendapatkan calon pembimbing akademik dan Letter of Acceptance (LoA) Unconditional untuk program doktoral pada perguruan tinggi.
Seleksi program ini dilakukan pada September 2021 dan sebanyak 24 dosen dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia lulus sebagai peserta Bridging Course.
Negara tujuan peserta Bridging Course dosen pada tahun ini adalah Irlandia, dengan kampus tujuan National University of Ireland (NUI) Galway.
Dian Puspita beserta peserta lainnya akan mengikuti Bridging Course dengan kegiatan-kegiatan pelatihan seperti kegiatan-kegiatan matchmaking dengan calon supervisor, academic writing dan penyusunan proposal riset yang bersifat individual, academic English dengan tujuan riset, pre-doctoral development activities, dan menyajikan poster akademik tentang draf proposal riset.
“Saya beruntung dapat menjadi salah satu peserta terpilih pada program Bridging Course ini,” kata Dian.
Melalui ini, Dian juga berharap bahwa program ini dapat memberikan jalan untuk lanjut studi S3 di luar negeri.
“Terima kasih kepada Universitas Teknokrat Indonesia memberikan dukungan yang sangat besar bagi dosen untuk mengembangkan diri, salah satunya dalam rangka melanjutkan studi,” tutur Dian.
Dian tak lupa berfoto dengan bendera kebanggaannya, Universitas Teknokrat Indonesia.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE., MBA. Berpesan kepada Dian agar menggunakan kesempatan yang baik ini untuk banyak belajar dan mencari sebanyak mungkin ilmu dan pengalaman.
Nasrullah meminta Dian menjaga nama bangsa Indonesia di negara orang lain.
“Janganlah sombong dan harus wajib menghormati orangtua. Semoga dapat memperoleh Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dan melaksanakan lanjut studi setelah mengikuti program ini,” pesan Nasrullah.
Dian Puspita adalah dosen tetap Universitas Teknokrat Indonesia. Dian salah satu dosen berprestasi.
Berikut prestasi Dian:
Penerima Beasiswa PPA/BBM Universitas Indonesia
Penerima Beasiswa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Pertahanan
Penerima Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi
Penerima Hibah Penelitian Dosen Pemula, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Dosen Pendamping Lapangan Kampus Mengajar Batch 1 Tahun 2021; Koordinator Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Universitas Teknokrat Indonesia
Peserta Talent Scouting Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Penerima Beasiswa Bridging Course Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Semangat dan selalu berdoa dilalui Dian Puspita. Dian sudah melewati beragam persyaratan untuk bisa mengikuti program ini.
Persyaratan yang dilalui oleh Dian untuk mengikuti Bridging Program ini antara lain:
Dosen tetap dan memiliki NIDN/NIDK pada perguruan tinggi akademik di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Per 31 Desember 2021, berusia maksimal 39 tahun
Telah lulus program magister (S2) dari perguruan tinggi dengan ketentuan sebagai berikut; a) perguruan tinggi dalam negeri yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT); b) perguruan tinggi kedinasan dalam negeri; atau c.) perguruan tinggi luar negeri yang diakui oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara asal perguruan tinggi
Memiliki dokumen Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dengan ketentuan: a) IPK program magister minimal 3,25 pada skala 4 atau yang setara, yang dibuktikan dengan transkrip nilai asli atau dilegalisasi; atau b) bagi lulusan program magister penelitian tanpa IPK, wajib melampirkan surat keterangan dari perguruan tinggi asal; 5) tidak sedang menempuh (on-going) atau telah menempuh studi jenjang doctoral.
Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM mengatakan, prestasi Dian ini membanggakan. Ia berharap ini memicu semangat dosen lain untuk melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya.
Mahathir ingin apa yang nanti diperoleh Dian bisa ditranfer kepada yang lain. Ia juga berharap, hal ini menaikkan mutu pembelajaran di kampus. Ia juga ingin mahasiswa mendapat dampak positif dari program yang diikuti Dian ini. []
