Berita Foto Advertorial

Dosen PTS Terbaik ASEAN Universitas Teknokrat Indonesia Akhyar Rido Ph.D Tiba di Bangkok, Disambut Analiza Liezl Perez-Amurao dari Mahidol University

Dosen PTS Terbaik ASEAN Universitas Teknokrat Indonesia Akhyar Rido Ph.D Tiba di Bangkok, Disambut Analiza Liezl Perez-Amurao dari Mahidol University

Akhyar Rido PhD diterima dan disambut Prof. Analiza Liezl Perez-Amurao, Head of Humanities and Language Division, Mahidol University International College. | Dokumentasi

Akhyar Rido PhD diterima dan disambut Prof. Analiza Liezl Perez-Amurao, Head of Humanities and Language Division, Mahidol University International College. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bangkok – Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Teknokrat Indonesia Akhyar Rido SS MA PhD tiba di Bangkok dua hari lalu. Ia diterima dengan sangat baik di ibu kota Thailand itu.

Rido diterima dan disambut Prof. Analiza Liezl Perez-Amurao, Head of Humanities and Language Division, Mahidol University International College.

Kata Rido kepada wartalampung.id via percakapan WhatsApp, bulan ini ia memfokuskan pada penelitian, perencanaan pengumpulan data, dan interview dosen-dosen asing di Thailand mengenai inovasi pembelajaran menggunakan teknologi di perguruan tinggi, khususnya selama pandemi Covid-19.

Selanjutnya, kata Rido, dirinya akan memberikan seminar dan kuliah mengenai transformasi kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia di hadapan dosen-dosen dan mahasiswa Mahidol University.

Akhyar Rido, Ph.D. merupakan seorang lektor kepala pada Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan, Universitas Teknokrat Indonesia.

Ia menamatkan S1 dalam bidang Sastra Inggris di Universitas Padjadjaran serta S2 dan S3 dalam bidang Kajian Bahasa Inggris di Universiti Kebangsaan Malaysia.

Ia juga merupakan co-promotor dan penguji eksternal pada Program S3 Ilmu Susastra (Pengkhususan Linguistik) di Universitas Padjadjaran, Tim Penyusun Panduan dan Reviewer Hibah Gerakan Nasional Revolusi Mental Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia, serta asesor beban kerja dosen.

Akhyar Rido berkesempatan menjadi dosen tamu di Universiti Teknologi Malaysia, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Lambung Mangkurat pada 2021.

Pada tahun ini, ia menjadi visiting researcher di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Pusat, Jakarta, dan Supervisor Program Bidang Kerja Sama Perguruan Tinggi Tim Merdeka Belajar Kampus Merdeka Pusat Kemdikbud Ristek RI.

Selain mengajar, saat ini ia aktif melakukan empat buah penelitian yang didanai oleh Kemdikbud Ristek RI, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Mahidol University Thailand.

Ia juga menerbitkan enam buku/book chapters dan lebih dari 30 artikel ilmiah. Buku terbarunya berjudul Interaction and Pedagogy of Indonesian Vocational English Language Master Teachers ditulis bersama Prof. Noraini Ibrahim dan Prof. Radha MK Nambiar dari Universiti Kebangsaan Malaysia, diterbitkan pada 2020 oleh Universiti Kebangsaan Malaysia Press.

Sementara itu, salah satu artikel ilmiah terbarunya berjudul Let’s take a look…’: An Investigation of Directives as Negotiating Interpersonal Meaning in Engineering Lectures diterbitkan pada tahun 2021 di Pertanika Journal of Social Sciences and Humanities (Terindeks Scopus Q1 dan Web of Science), ditulis bersama Dr. Heri Kuswoyo dari Universitas Teknokrat Indonesia, Prof. Eva Tuckyta Sari dan Dr. Lia Maulia Indrayani dari Universitas Padjadjaran, serta Dr. Doris Macdonald dari Northern Illinois University Amerika Serikat.

Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM memberikan apresiasi yang besar atas prestasi ini. Ia menilai, Rido memang mempunyai kematangan kompetensi sehingga wajar diminta mengajar di kampus lain, termasuk luar negeri.

Mahathir menjelaskan, kompetensi Rido atas bidang ilmu yang dikuasainya memang pantas jika diberikan kesempatan memberikan pengajaran di kampus lain. Ini, ujarnya, menjadi kebanggaan tersendiri bagi kampus.

Mahathir mengemukakan, Rido termasuk dosen yang aktif menulis artikel ilmiah dan buku. Ia berharap, apa yang dilakukan Rido bisa memotivasi dosen lain untuk melakukan langkah serupa.

Mahathir juga ingin, mahasiswa Teknokrat mereguk semaksimal mungkin ilmu yang ada pada diri Rido. Dengan begitu, proses tranfser pengetahuan bisa berlangsung dengan optimal.

Ilmu yang dikuasai Rido, kata dia, mesti diserap secara maksimal untuk peningkatan kualitas mahasiswa terhadap bidang ilmunya. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda