Kiri ke kanan. Hanny Yunita, Adian Saputra, dan Fitria Sari Putri. | Dokumentasi
Usai salat asar di musala di depan Lamban Agung Rumah Dinas Bupati Pesawaran, saya masuk lagi. Di jalan ketemu banyak orang yang akan pulang. Mereka rata-rata sudah makan dan yang lebih penting berpamitan dan berfoto dengan tuan rumah: Nanda Indira.
Nama terakhir ini kemarin dilantik menjadi bupati Pesawaran periode 2025-2030. Nanda adalah alumnus SMAN 2 Bandar Lampung angkatan 2003. Sedangkan saya beda tipis saja, lulusan tahun 1997.
Saat memasuki tempat acara, seseorang meneriaki saya.
“Babeee, Babeeee….“
Saya kemudian menengok. Rupanya suara Upit, sama-sama Smanda angkatan 1997. Upit tidak sendiri. Ia bersama Hanny Yunita. Hanny juga kawan seangkatan. Upit yang bernama asli Fitria Sari Putri ini bilang, “Laju serius bener ketua OSIS ini, kawan lewat gak ditegor lagi.” Kami tertawa sama-sama.
Saya kemudian mengeluarkan ponsel Iphone 12 dari saku celana. Saya mau ajak dua gadis cantik pada masanya itu berfoto bareng. Keduanya sewaktu SMA adalah idaman siswa. Saya juga begitu, cuma saya agak jaga image, maklum ketua OSIS.
“Babe, yakin mau pake foto pake hape Babe. Pake punya Hanny aja dong.”
Benar juga. Sebulan lalu, informasi soal ponsel Hanny yang keren ini saya tahu benar.
Hasil fotonya tajam, jelas, dan istilah sekarang kejam dan sadistis. Kawan kami Adolf Ayatullah bahkan bilang harga ponsel Hanny ini setara Scoopy baru. Matei kak nahan.
Akhirnya kami berfoto di sudut tangga menuju Gedung Dekranasda, masih satu kompleks dengan Lamban Agung ini. Upit yang mengambil gambar sehingga kami tampil bersama.
Selfie jika sendiri, welfie jika beramai-ramai. Kalau dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia namanya swafoto.
Klik. Blitz. Cekrek. Jadilah foto itu. Keren memang. Kami seperti bukan angkatan 1997. Kami sekilas seangkatan dengan Nanda Indira dkk.
Upit lalu bilang, “Awas aja kalau enggak jadi berita foto ini.” Hahahaha.
Kami bertiga kemarin hadir di acara ramah tamah. Tentu selain hadir, kami juga mendoakan. Apalagi yang jadi bupati adik kami sendiri. Adik kelas di SMAN 2 Bandar Lampung. Kami juga berharap Nanda Indira sukses menjadi pemimpin baru di Pesawaran.
Saya mau cerita dikit soal dua orang dalam foto ini. Hanny setahun bersama saya di kelas 3 IPS 1. Sebagai teman sekelas, tentu banyak kenangan dengan Hanny. Kami pernah satu frame dalam lomba Sosiodrama jelang 1 Oktober 1996 mewakili kelas dan menjadi juara I.
Kalau usai sekolah dan kami biasa nongkrong di rumah Mona Monica Andriani di Kedamaian, Hanny juga ikutan. Karena rumah Mona tak terjangkau angkot, kami biasa patungan naik taksi. Beuh, taksi. Keren bener masa itu. Yang nebeng tuan rumah juga ada. Kayaknya Hanny lebih sering nebeng si empunya rumah ketimbang naik taksi.
Ia mengikuti sofbol semasa sekolah dan punya prestasi gemilang dengan tim sofbol Smanda yang memang dikenal sarat prestasi sejak lama. Sampai kini ia masih setia dengan sofbol dan beroganisasi di dalamnya.
Wabilkhusus dengan Upit, saya tidak pernah sekelas. Tapi Upit andalan saya ketika ada acara yang membutuhkan pagar ayu. Upit juga yang kerap membawakan surat dari sahabat pena saya se-Nusantara. Ia biasanya mengecek di meja kantor paling depan, tempat surat untuk siswa biasa ambil.
Sejak profil dan foto keren saya dengan latar dua batang kelapa sawit khas Smanda masuk majalah “Anita Cemerlang”, surat dari sahabat pena berdatangan. Mungkin jika ditotal ada mencapai lima puluhan.
Orang yang peduli dengan surat-surat itu dan acap mengantar ke kelas 3 IPS 1, ya Upit itu. Mungkin pikirnya sekalian jalan. Apalagi kelas Upit sebelah persis, dia di 3 IPS 2.
Kadang dia setengah teriak pas jam istirahat di pintu kelas memanggil nama saya.
“Woy, Ketua OSIS, ini surat elu. Gua ambil barusan dari kantor.”
Dari sekian puluh surat-surat itu, dan nyaris semua dari perempuan, tak ada satu pun yang saya balas. Usai dibaca, saya simpan saja sebagai kenangan. Kalau waktu itu saya mintakan Upit menulis surat balasan, barangkali mau juga ia jabanin.
Hanny dan Upit, makasih atas foto kemarin. Mari kita bantu adik kelas kita ini, Nanda Indira, agar sukses jadi bupati sarat prestasi di bumi Andan Jejama: Pesawaran. Tabik. []

Tinggalkan Komentar Anda