Misnahul Anam. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Jakarta – Kekerasan kepada para dai dinilai semakin menjadi. Belum hilang dari ingatan peristiwa penusukan kepada Syekh Ali Jaber di Lampung pada tahun 2020, kini kejadian serupa terulang.
Setidaknya ada dua peristiwa tragis yang terjadi belakangan ini, yakni pembunuhan Ustaz Arman di Tangerang dan penyerangan kepada Ustaz Abu Syahid Chaniago di Batam.
XUstaz Arman ditembak di depan rumahnya selepas melaksanakan salat magrib berjamaah (19/9).
Sedangkan Ustaz Abu Syahid Chanigo mengalami penyerangan esok harinya (20/9) saat menyampaikan ceramah di depan ibu-ibu.
Dua peristiwa beruntun kepada para dai ini membuat Ketua Bidang Pemberdayaan Dai Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Misbahul Anam mengutuk keras pelaku dan dalang di balik peristiwa ini.
“Kekerasan semacam ini secara berkala terus berulang. Seperti ada pola yang sama atau sistemik, sehingga terindikasi kuat didalangi oleh pihak tertentu. Saya
mendesak agar pihak berwajib tidak main-main dengan peristiwa semacam ini,” tegas
Misbah dalam rilis yang diterima hari ini.
Ia khawatir jika nanti peristiwa ini terjadi lagi dan pihak berwajib lalai mengungkap siapa dalang di balik semua ini, berujung masalah yang tidak kita inginkan.
Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia semenjak berdiri tahun 1967 telah
menempatkan ribuan dai di seluruh pelosok Indonesia.
“Kekerasan ini membuat kami mengirim sinyal siaga satu kepada ribuan dai untuk bersiap siaga terhadap segala kemungkinan, kami tidak mau kecolongan,” ujar
Misbah.
Ia juga meminta secara khusus kepada bidang yang mengurus dai di Dewan Dakwah
untuk melakukan langkah -langkah antisipatif, dengan menghubungi aparat setempat jika
dirasa ada hal-hal yang mencurigakan.
“Kami selama ini selalu bermitra dengan pejabat dan aparat terkait di dalam melaksanakan tugas-tugas dakwah. Oleh sebab itu kami meminta dengan serius agar Kapolri dan Panglima TNI menginstruksikan aparat di bawahnya untuk melindungi kerja-kerja dakwah dai di lapangan,” pungkas Misbahul Anam. []
