Cimol buatan Rupawan. | Galih Rahmatullah

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Pedagang gerobak cimol merupakan contoh inspiratif dari para wiraswasta yang berhasil mencapai kesuksesan melalui usaha skala kecil. Rupawan (54) salah satu pedagang kuliner memulai bisnisnya membuat jajanan khas Bandung yaitu cimol.
Cimol merupakan singkatan dari aci digemol. Dalam bahasa Sunda, cimol atau aci digemol memiliki pengertian tepung kanji (aci) yang dibulat-bulat. Aci yang telah dibulat-bulatkan kemudian digoreng menggunakan minyak panas.
Rupawan mengatakan, jajanan satu ini tidak hanya populer di Kota Bandung, tetapi juga di berbagai daerah khususnya lampung. Ia membuat dagangan cimol yang berlokasi di Jalan Pramuka dekat SMPN 2 Bandar Lampung dan buka mulai pukul 10.00 sampai menjelang magrib.
Latar belakang Rupawan memulai bisnis ini dari suaminya, Alfian, sudah tidak kerja lagi dan sakit-sakitan. Akhirnya Rupawan mencari bisnis jajanan yang bahannya mudah diperoleh dan cara membuatnya pun sederhana. Akhirnya dia memutuskan untuk memulai usaha kecil-kecilan dengan gerobak cimol sebagai pilihannya.
Harga yang dijual Rupawan pun murah. Dengan Rp5.000, kita sudah bisa mendapatkan seporsi cimol yang gurih dengan berbagai pilihan bumbu. Ia bisa mendapatkan omzet hingga Rp400 ribu per hari bergantung pada berapa kilogram cimol yang ia bawa.
Untuk bahan baku, ia membeli di pasar dan untuk racikan cimol ia membuat sendiri.
“Bahan utama untuk membuat cimol yaitu aci, air panas, dan baking soda. Saya juga menambahkan tepung beras dan tepung terigu dengan bumbu lada, garam, dan kaldu bubuk untuk menambah rasa yang renyah dan gurih,” pungkasnya. [Galih Rahmatullah]
