Bisnis

Cargill Resmikan Refinery Minyak Sawit Senilai USD$200 Juta di Lampung

Cargill Resmikan Refinery Minyak Sawit Senilai USD$200 Juta di Lampung

Cargill meresmikan refinery minyak sawit baru di Lampung. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Srengsem – Cargill hari ini meresmikan refinery minyak sawit baru di Lampung, Indonesia, memperkuat kapasitas perusahaan dalam menyediakan minyak sawit berkelanjutan untuk memenuhi permintaan pelanggan di kawasan Amerika Utara, Eropa, dan Asia.

Bertepatan dengan peringatan 50 tahun Cargill di Indonesia, fasilitas berteknologi mutakhir ini yang bernilai US$200 juta, menegaskan kembali komitmen jangka panjang perusahaan untuk mendukung ketahanan pangan bangsa secara aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan, pihaknya menyambut baik terpilihnya Lampung sebagai lokasi pembangunan refinery baru Cargill, yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap potensi provinsi Lampung sebagai wilayah yang ramah bagi investasi, serta pertumbuhan sektor industri di Indonesia. Investasi ini mendukung pengembangan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, dan berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan.

Mirza mengatakan, pihaknya mengapresiasi kemitraan dengan Cargill dan berharap dapat terus berkolaborasi untuk memperkuat peran Lampung dalam kemajuan Indonesia.

Penne Kehl, Asia Pacific Group President of Cargill Agriculture and Trading, menyampaikan, Cargill bangga telah bertumbuh selama 50 tahun bersama Indonesia.

Investasi di refinery ini menandai era baru kemitraan, seiring dengan upaya Cargill untuk meningkatkan produksi produk kelapa sawit yang aman dan berkelanjutan, serta membangun rantai pasok yang tangguh dan berkontribusi terhadap sistem pangan global yang aman, bertanggung jawab dan berkelanjutan

Kehl menjelaskan, Refinery di Lampung ini dirancang untuk dapat mengolah hingga 3.000 metrik ton minyak sawit per hari dan memiliki kapasitas untuk memurnikan satu juta metrik ton minyak sawit yang bersumber secara bertanggung jawab dan dapat ditelusuri setiap tahunnya.

Refinery ini juga dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah, peralatan hemat energi serta sistem pengelolaan air yang meminimalisir dampak operasional terhadap lingkungan dan juga masyarakat sekitar, sekaligus menjaga standar kualitas produk yang tinggi.

Azlan Adnan, Managing Director, Bisnis Tropical Oil Cargill, mengatakan, bersama dengan pabrik dan Perkebunan milik Cargill, refinery ini memperkuat rantai pasok terintegrasi Cargill dari hulu ke hilir, dari perkebunan hingga pelanggan, untuk memastikan ketertelusuran dan keberlanjutan yang lebih baik.

Ia mengemukakan, Refinery ini juga meningkatkan kapasitas untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat atas minyak sawit yang berkelanjutan, sekaligus mempertegas komitmen perusahaan terhadap komunitas di tempat kami beroperasi.

Cargill secara aktif juga mendukung pengembangan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat. Melalui program inisiatif, seperti Program Kesehatan Keluarga dan Kesadaran Lingkungan di Desa Srengsem, Cargill membantu memperkuat layanan kesehatan, meningkatkan gizi masyarakat, mendorong gaya hidup sehat di kalangan anak sekolah, serta mengembangkan praktik pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

Menandai perjalanan Cargill yang ke-50 tahun di Indonesia, pencapaian ini tidak hanya sebagai perayaan keberhasilan bersama, tetapi juga menegaskan kembali dedikasi perusahaan untuk melayani pelanggan melalui inovasi, memberikan dukungan kepada masyarakat sekitar, mempromosikan keberlanjutan serta mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab

Sebanyak 155 ribu karyawan Cargill di 70 negara bekerja tanpa henti untuk mewujudkan tujuan, yaitu menyediakan nutrisi bagi dunia secara aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Setiap hari, Cargill menghubungkan petani dengan pasar, pelanggan dengan bahan-bahan, serta manusia dan hewan dengan makanan yang mereka butuhkan untuk berkembang.

Cargill menggabungkan 160 tahun pengalaman dengan teknologi dan wawasan baru untuk menjadi mitra terpercaya bagi pelanggan di sektor pangan, pertanian, keuangan, dan industri di lebih dari 125 negara.

Cargill memulai kegiatan bisnisnya di Indonesia pada tahun 1974 dengan mendirikan pabrik pakan ternak di Bogor, Jawa Barat. Saat ini, Cargill berkantor pusat di Jakarta dan memiliki lebih dari 19.000 karyawan.

Cargill memiliki lebih dari 50 lokasi yang mencakup kantor, pabrik, dan fasilitas di seluruh Indonesia, dengan kegiatan bisnis meliputi pakan ternak, kakao, kopra, produk olahan berbahan unggas, minyak sawit, serta pati dan pemanis.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi http://www.cargill.co.id

Kontak Media:Cargill: Belinda Chen (Senior Manager, Reputation Management), belinda_chen@cargill.com

FleishmanHillard: Tiara Dionella (Communication Consultant), +62 813-1818-4546, Tiara.Dionella@omc.com. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda