Antoni Imam (duduk paling kiri). | Dokumentasi

Wartalampung.id, Natar – Calon wakil bupati Lampung Selatan Antoni Imam bercerita soal namanya yang bagi sebagian orang mungkin tidak lazim. Kader PKS ini mengatakan, kebanyakan orang punya nama “Imam” ditaruh di depan. Namun, sepengetahuan dia, jarang ada orang yang nama “Imam”-nya ditaruh di belakang.
Saat kampanye di Desa Hajimena, Natar, beberapa waktu lalu dia bercerita. Awalnya nama yang diberikan oleh orangtuanya adalah Antoni Subagyo. Saat itu nama pelawak Bagyo memang sedang tenar-tenarnya. Kata Antoni, karena tahu itu nama pelawak, ia menangis dan melapor kepada bapaknya, Imam Muhayat.
Karena Antoni merengek supaya namanya jangan ada Subagyo-nya, nama terakhir itu dibuang. Ia akhirnya melekatkan nama sang ayah di belakang namanya. Jadilah sampai dengan sekarang namanya Antoni Imam.
Warga Desa Hajimena yang sedang mendengar kampanye pun tertawa-tawa.
Antoni Imam berpasangan dengan Tony Eka Candra, kader senior Partai Golkar. Tony dan Antoni diusung Partai Golkar, PKS, dan Partai Demokrat pada pilkada serentak 9 Desember mendatang. Mereka mendapat nomor urut 2. [Sugiono]
