Mahathir Muhammad
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM., menegaskan bahwa esensi utama dari pemilihan Duta Teknokrat adalah pembentukan karakter mahasiswa, bukan sekadar ajang unjuk kemewahan, kecantikan, atau ketampanan fisik.
Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan resmi pada acara yang digelar Sabtu malam (31/10) di Gelanggang Mahasiswa Dr. HM. Nasrullah Yusuf, Kampus Universitas Teknokrat Indonesia.
Menurut Mahathir, generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar karena harus bersaing dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi robotika di dunia kerja.
Ia mengingatkan bahwa banyak lapangan pekerjaan konvensional di masa depan akan segera digantikan oleh kecanggihan mesin.
Mahathir bilang, yang tidak bisa digantikan oleh mesin adalah kemampuan untuk berkomunikasi, kemampuan memimpin, memiliki karakter yang baik, ketulusan, dan memiliki networking.
Inilah yang belum bisa dilakukan mesin,” ujar Mahathir.
Oleh karena itu, ia menilai penting bagi lembaga pendidikan untuk mendidik mahasiswa agar mampu tampil dan memiliki kemampuan komunikasi publik yang baik.
Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena generasi muda saat ini yang cenderung terlalu sibuk dengan ponsel hingga mengabaikan interaksi sosial yang nyata.
Melalui ajang Duta Teknokrat, pihak kampus berkomitmen mendorong mahasiswa untuk melatih kepercayaan diri, mengasah keterampilan berbicara, dan menampilkan kecerdasan terbaik mereka.
Melalui kegiatan ini, Universitas Teknokrat Indonesia berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik dan teknologi, tetapi juga siap menjadi pemimpin masa depan yang berkarakter kuat dan humanis. []

Tinggalkan Komentar Anda