Kagama Lampung. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Pengurus Daerah Keluarga Alumni Gadjah Mada (Pengda Kagama) Provinsi Lampung menggelar focus group discusion (FGD) atau diskusi kelompok terarah/diskusi kelompok terpumpun untuk Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara luring dan daring, Sabtu (22/2/2025).
Kegaiatan ini dihadiri Ketua Pengda Kagama Lampung Nanang Purus Subendro, jajaran pengurus Pengda, Pengcab se-Lampung, narasumber, penanggap, dan moderator.
Nanang saat pembukaan mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian Kagama kepada pemerintah khususnya Pemerintah Provinsi Lampung.
Menurutnya, di Kagama Lampung ada banyak ahli di berbagai bidang, melalui FGD ini diharapkan bisa menghasilkan berbagai pemikiran terkait kebijakan yang bisa disumbangkan kepada Pemerintah Provinsi Lampung.
“Kami berharap rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari FGD ini dapat membantu Gubernur Lampung dalam membuat keputusan yang tepat untuk kemajuan Provinsi Lampung,” kata Nanang P Subendro.
Ketua Panitia FGD Policy Brief Nuning Nurcahayani mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kagama Lampung untuk mendukung pengembangan kebijakan yang berbasis pada pengetahuan dan pengalaman.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi kebijakan bagi Gubernur Lampung dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang di Provinsi Lampung.
FGD dipandu MC Ruri Astuti Wulandari dengan menghadirkan 5 ahli pada topik strategis yang dibahas.
FGD Policy Brief ini membahas 5 topik strategis, pertama bidang ketahanan pangan dengan narasumber Fauzan Khumadi dengan moderator Sri Wahyuni dengan tema ”Meningkatkan produksi dan ketersediaan pangan di Provinsi Lampung”.
Bidang ketahanan pangan menghadirkan penanggap Nanang Purus Subendro, Hasriadi Mat Akin, I Gede Swibawa, Donni Muksydayan, dan Bambang Irawan.
Kedua, bidang ekonomi dan keuangan menghadirkan narasumber dosen FEB Unila Saring Suhendro dengan moderator Tiara Nirmala, bertema ”Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengoptimalkan pengelolaan keuangan daerah”.
Penanggap bidang ekonomi yakni Ayi Ahadiat, Marselina, dan Riskha Tri Budiarti.
Ketiga, bidang kesehatan menghadirkan narasumber Noviansyah dengan moderator Soraya Rahma Nisa mengambil tema, ”Meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan kesehatan di Provinsi Lampung”. Penanggap adalah Evi Kurniawati, Dyah Wulan Sumekar, Suryantana, dan Anwar Fuadi.
Bidang keempat bencana dan lingkungan menghadirkan narasumber Dyah Indriana Kusumastuti dengan moderator Nuning Nurcahyani, bertema ”Meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana alam dan mengoptimalkan pengelolaan lingkungan”.
Bidang ini menghadirkan penanggap Triguyono, Endro Prasetyo Wahono, dan G. Nugroho.
Terakhir bidang pariwisata menghadirkan narasumber Enggar Dwi Cahyo dengan moderator Rahmat Indra Anom, dengan tema ”Meningkatkan potensi pariwisata di Provinsi Lampung dan mengoptimalkan pengelolaan destinasi wisata”.
Bidang pariwisata menghadirkan penanggap Budi Rahman, Arief Nugroho, dan Tri Umaryani.
Dalam FGD ini, para narasumber, penanggap, dan peserta diskusi berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk memberikan rekomendasi kebijakan yang efektif dan berkelanjutan.
Penanggap disuksi ini adalah para pakar di bidang masing-masing.
FGD Policy Brief ini merupakan bagian dari upaya Kagama Lampung untuk mendukung pengembangan kebijakan yang berbasis pada pengetahuan dan pengalaman. [Sri Wahyuni]

Tinggalkan Komentar Anda