Asep. | Ade/Adnan

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Alex atau dikenal dengan nama Asep, kini berusia 40 tahun. ia menjual koran di lampu merah bundaran Hajimena-Rajabasa, Bandar Lampung.
Fisik Asep tidak sanggup lagi untuk bekerja berat. Ia akhirnya memilih berjualan koran.
Asep menjual koran dengan harga seikhlasnya. Ia berjualan mulai dari pukul 05.30-12.00 WIB.
Tak hanya menjual koran, ia dulunya bekerja sebagai penyemir sepatu dan menyapu dengan kondisi kakinya yang tidak kuat.
Semangat Asep dengan menjual koran tersebut karena malu melihat ada orang yang meminta-minta di jalanan dengan kondisi badan sehat.
“Saya tahu modus meminta-minta seperti itu. Orang saya sakit kaki saja masih mau usaha, sedangkan yang muda-muda badan sehat kok ngemis,” kata Asep kepada wartalampung.id, Selasa sore, 24/10/2023.
Ia mengakui, menjual koran zaman sekarang ini tidak mudah. Makanya ia menjual koran dengan harga seikhlasnya. Perolehan menjual koran tersebut dicukup-cukupi untuk keluarganya.
Asep berjualan koran seikhlasnya mulai dari pandemi Covid-19 sampai sekarang. Demi menyekolahkan anak-anaknya, ia rela berjualan koran.
“Saya mengajarkan anak-anak muda itu agar mau usaha karena kondisi badannya yang sehat. Karena masih muda mentalnya minta-minta, nanti sulit untuk diubah, sudah mendarah daging. Saya paham orang yang meminta-minta itu turun-temurun. Dari bapaknya menurun ke anak-istrinya dibawa ngamen dan ngemis. Nanti anaknya besar, begitu terus sirkulasinya,” kata Asep.
Mirisnya, Asep mengetahui, banyak di antara yang mengamen dan mengemis itu duitnya dipakai untuk mabuk dan berjudi.
Asep mengimbau pengendara untuk tidak memberikan uang kepada mereka.
Dulu di lampu merah bundaran Hajimena-Rajabasa ini masih banyak yang berdagang, tapi sekarang tidak ada lagi. Hanya Asep yang masih bertahan. [Ahmad Adnan Firdaus/Ade Hermawan]

Tinggalkan Komentar Anda