Daging dari Dapur Kurban kerja bareng ACT, MT Babussalam, dan UBL ke TPA Bakung. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Lembaga kemanusiaan nasional ACT Bandar Lampung menggandeng MT Babussalam Al Ikhlas Universitas Bandar Lampung {UBL) membuat Dapur Kurban.
Dapur Kurban berada di sekretariat MT Babussalam Al Ikhlas Pahoman. Adapun daging yang diolah merupakan hasil kurban yang dihimpun dari seluruh anggota majelis taklim yakni 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing.
Sebagian besar daging kurban dibagikan kepada keluarga santri di Pondok Pesantren Rumah Tahfiz Al Ikhlas di Desa Hurun, Kabupaten Pesawaran, sebagian lagi dipakai untuk bahan baku Dapur Kurban.
Menurut Elva Aprilina, Koordinator Pelaksana Kegiatan Bakti Sosial MT Babussalam, Dapur Kurban ini dibuat sebagai bentuk kepedulian agar lebih banyak masyarakat yang memperoleh manfaat pada Iduladha tahun ini.
“Sebagian kami bagikan ke keluarga santri dan lingkungan sekitar ponpes. Sebagian lagi kami masak malbi, pindang, kentang balado ati, ditambah telur dan sayuran lengkap,” tuturnya.
Sebanyak 150 kotak santapan daging kurban disiapkan dari Dapur Kurban tersebut. Tim ACT Bandar Lampung beserta relawan langsung mendistribusikan paket santapan daging ke lokasi Tempat Pembuangan Akhir Bakung.
Raut wajah berbinar dan bahagia saat memperoleh paket santapan daging kurban tampak jelas di wajah para pekerja yang setiap harinya berjuang mencari nafkah melalui gunungan sampah yang ada di TPA Bakung.
Kepala Cabang ACT Bandar Lampung Fajar Yusuf Dirgantara menyampaikan, ikhtiar memeriahkan Iduladha harus disambut gembira oleh semua umat muslim sedunia.
Ia mengatakan, memuliakan saudara yang kekurangan dengan sedekah kurban karena semakin banyak yang berkurban semakin banyak yang merasakan berkahnya.
“Semoga tahun depan umat muslim tidak menganggap momentum kurban ini sebagai momentum hari raya biasa. Tapi sebagai ibadah yang sangat dianjurkan dalam wujud takwa dan perjuangan untuk merebut cinta dan kasih sayang Allah Swt. Setop bilang belum mampu dan tidak bisa berkurban,” ujarnya.
Ia berharap, Dapur Kurban persembahan ACT Bandar Lampung bersama MT Babussalam dan UBL ini dapat mendorong rasa kedermawanan dari seluruh masyarakat.
“Pandemi bukan menjadi penghalang melainkan menjadi momentum untuk lebih memperbanyak aksi dan empati terhadap semangat untuk terus berbagi,” kata dia. []
