Berita Foto Opini

Kenangan Muhammad Yunus tentang Dedy Mawardi: 2 Kemeja dan 1 Ikat Pinggang

Kenangan Muhammad Yunus tentang Dedy Mawardi: 2 Kemeja dan 1 Ikat Pinggang

Dedy Mawardi. | Dokumentasi

Dedy Mawardi. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung –  Tiga hari lalu, saat terbaring di ranjang sebuah rumah sakit karena masalah lambung, istri yang menemani saya mengabarkan sebuah lelayu: Bang Mawardi Dedy telah pulang dipanggil Tuhan.

Baca Sekjen Seknas Jokowi Dedy Mawardi Meninggal Dunia

Ada perasaan gundah yang asing mendengar berita itu. Selain karena memang saya sudah lama tak bincang-bincang dengannya, pun karena kabar terakhir yang saya terima via WA grup: keadaan beliau mulai membaik dalam upaya melawan covid.

Bang Dedy, begitu sapaan saya padanya, adalah mentor utama saya ketika memulai profesi sebagai advokat pada tahun 2008. Satu hal yang sering dia kritik pada saya bukan soal kapasitas intelektual, tapi lebih soal buruknya penampilan saya sebagai advokat.

“Kumel amat kemeja lu… Nih ada rezeki, pergi sana beli kemeja sama iket pinggang yang agak bagusan.” Demikian ujarnya suatu ketika sambil memberi beberapa lembar rupiah berwarna merah.

Segera saya menuju sebuah department store yang tak jauh dari kantornya di bilangan Villa Citra. Berbekal sangu darinya, saya beli dua buah kemeja dan satu ikat pinggang.

Mungkin kemeja dan ikat pinggang itu adalah pakaian paling mahal yang pernah saya beli pada waktu itu. Namun masalah tak sampai di situ.

Berjalan dalam rentang sebulan, beliau kembali menegur saya.

“Gak ada baju lain tah… kayaknya dua baju itu terus yang lu pake selama bulan ini.”

Selain mendapatkan pengalaman mengerjakan perkara yang lumayan, mungkin kisah tentang dua buah kemeja dan satu ikat pinggang itulah kenangan yang paling melekat pada ingatan saya tentang Bang Dedy.

Ketika usai menikah, saya berpamitan kepada beliau untuk merintis kantor sendiri. Namun, di awal masa pernikahan, saya masih sering menyambanginya: sekadar untuk bersenda gurau atau sesekali mengerjakan perkara substitusi.

Bang, dua buah kemeja itu sampai saat ini masih tergantung di lemari pakaian dan sesekali masih saya kenakan. Namun ikat pinggang telah hilang.

Sekarang Abang sudah pulang, insyaallah istirahat dengan tenang. Istri dan anak-anak Abang semoga menerima kepulangan ini dengan ikhlas dan sabar dan selalu mendapat perlindungan Tuhan. [Muhammad Yunus, Advokat di Bandar Lampung]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda