Berita Foto Lampung Timur

Multipihak Gagas Ide Film Dokumenter Tegal Yoso Lamtim

Multipihak Gagas Ide Film Dokumenter Tegal Yoso Lamtim

Ngobrol soal film dokumenter Tegal Yoso. | Dokumentasi

Ngobrol soal film dokumenter Tegal Yoso. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Tegal Yoso – Aparatur Desa Tegal Yoso, Lampung Timur, mengadakan pertemuan guna membahas rencana kegiatan pembuatan film dokumenter sebagai salah satu strategi desa untuk dapat memenangkan lomba smart village tingkat nasional kemarin.

Kegiatan ini berlokasi di Hutan Akasia Dusun V (Solo) yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Way Kambas.

Suasana santai disuguhi pemandangan yang hijau, diharapkan bisa mengembangkan ide dalam penggarapan film nantinya.

Dalam kegiatan ngobrol santai tersebut dihadiri oleh YKWS, kepala desa, aparatur desa bidang IT, pendamping desa, dan mahasiswa KKN UIN Raden Intan.

Sekretaris Desa Eksas mengatakan, kegiatan pembuatan film pendek ini sebagai salah satu cara desa agar bisa memperkenalkan Desa Tegal Yoso melalui audiovisual.

Seperti diketahui, Desa Tegal Yoso masuk dalam 10 besar nominasi Desa Smart Village di Indonesia. Pengumuman pemenang akan diumumkan pada September mendatang.

Desa Tegal Yoso menjadi satu-satunya perwakilan Lampung dalam ajang bergengsi tersebut.

Tegal Yoso juga satu-satunya desa yang aktif dalam memberikan informasi terbaru soal desa yang dapat di akses melalui website.

Gagasan film ini akan mengangkat ekowisata yang ada di wilayah desa. Dengan mengenalkan wisata kebun sayuran di lahan pekarangan, wisata budi daya madu klanceng dan wisata jelajah Desa Tegal Yoso yang akan memperlihatkan kehidupan sehari-hari masyarakatnya.

Mulai dari pembuatan  batu bata hingga bagaimana masyarakat bersama polisi hutan berkolaborasi menjaga pintu perbatasan untuk menghalau gajah liar yang sering masuk ke areal desa.

Seluruh rangkaian tersebut diharapkan mampu menarik para wisatawan yang nantinya membantu peningkatan ekonomi masyarakat desa.

Desa Tegal Yoso yang berbatasan langsung dengan TNWK menjadi salah satu desa terdampak dalam isu konflik gajah dan manusia. Meskipun upaya mitigasi sudah dilakukan, masih saja gajah masih masuk ke areal perkebunan dan merusak potensi yang ada di dalamnya.

Kerugian ini tidak dapat dihindari dan tidak ada juga ganti rugi dari pemerintah terkait.

Oleh karena itu, gagasan ini selain sebagai bentuk dan upaya pemerintah Desa dalam ajang perlombaan smart village juga sebagai salah satu strategi dalam peningkatan ekonomi.

Sejalan dengan program YKWS di Tegal Yoso dalam pendampingan masyarakat lewat upaya optimimalisasi potensi sumber daya  lewat pemberdayaan masyarakat, YKWS juga memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut dengan menjadi tim teknis pembuatan storyline dan skrip.

Project Manager YKWS Isyanto menyampaikan, kegiatan ini juga perlu dukungan para pihak misalnya apatur TNWK, kepala desa, dan masyarakat yang siap untuk menjadi tokoh dalam pembuatan skrip yang nantinya dikemas cantik dengan suguhan panorama alam Tegal Yoso yang indah.

Dukungan pengkondisian masyarakat juga akan dibantu oleh mahasiswa KKN UIN Raden Intan sebagai salah satu kerja nyata mereka dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Dalam kegiatan tersebut juga mahasiswa KKN yang berjumlah 8 orang yang diketuai oleh Aris berkomitmen selama masa KKN akan membantu tim IT desa untuk membuat konten video yang berisi aktivitas masyarakat desa yang dikemas menarik untuk mengisi konten website desa.

Kolaborasi ini diharapkan bisa menghasilkan film dokumenter menarik untuk ditampilkan.

Meskipun kegiatan dilakukan dengan nuansa yang santai dan nonformal tidak mengurangi tujuan dan output yang akan dicapai.

Ngobrol tuntas di alam bebas bisa menjadi inovasi baru dalam menggali ide dan solusi dalam permasalahan. Sesi ditutup dengan makan siang dan foto bersama. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda