Muhammad Gifari Akbar. | Instagram @awan_rozy

Wartalampung.id, Bandung – Muhammad Gifari Akbar (16) yang tertangkap foto sedang mengaji di Jalan Braga, sambil membawa karung dan berteduh dari rintikan hujan. foto tersebut diambil oleh seorang pria bernama Hermawan (40), pemilik akun instagram @awan_rozy.
Dilansir dari instagram @sahabatsurga saat dihubungi pada Kamis, Hermawan ini mengaku seorang juru parkir di kawasan Jalan Braga Bandung. Setidaknya, ia sudah 21 tahun menjadi juru parkir di sana. Ia pun kemudian menceritakan kisahnya memfoto Akbar hingga kemudian viral, Kamis, 12 November 2020.
Hermawan mengatakan bahwa foto yang viral tersebut ia ambil pada Selasa, 27 Oktober sekitar pukul 16.30.
“Saat itu kawasan Braga memang diguyur hujan, dan saya sedang jaga kendaraan. Saat menjaga kendaraan, ada konsumen yang minta diantar ke seberang jalan, dan saya langsung antar saja,” kata Hermawan.
Saat mengantarkan konsumen itu, Hermawan kemudian melihat sosok Akbar yang sedang mengaji Alquran. Hermawan mengaku tidak kenal dengan Akbar dan beliau sempat terkesan dengan sosoknya.
Hermawan tidak menyangka jika fotonya itu ternyata bisa mengubah nasib Akbar. Hanya dengan foto itu ia bisa berbagi. Sejak dulu, Hermawan merasa tak bisa berbagi apa-apa. Namun ia teringat, jika berbagi foto juga bisa menjadi suatu kebaikan.
“Akhirnya saya putuskan untuk mengunggah foto dia (Akbar),” katanya.
Hermawan mengungkapkan walau Akbar kini terkenal dan dibantu banyak orang karena fotonya, ia mengaku tidak merasa iri sedikit pun. Baginya, hal tersebut adalah takdir yang baik bagi Akbar dan ia hanya seorang perantara saja.
“Saya memang sangat seneng kalau melihat anak-anak kecil sedang mengaji. Apalagi anak saya juga masih kecil suka belajar ngaji, lagi program hafiz. Saat itu, momen Akbar mengaji jadi pemandangan luar biasa buat saya. Sudah jadi ketentuan yang di atas,” ungkapnya.
Hermawan kini mengaku bahagia karena Akbar bisa menjadi anak asuh Syekh Ali Jaber dan mendapat pendidikan langsung dari salah satu ulama terkemuka di Indonesia. Bagi dirinya, foto hasil jepretannya itu adalah perantara titik balik untuk ananda Akbar. []
