Bandar Lampung

Pidato Rudy Jelang Pemilihan Rektor Unila

Pidato Rudy Jelang Pemilihan Rektor Unila

Rudy

Pidato Calon Rektor Prof. Rudy

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,  Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan

Tabik punnnn

Yang saya muliakan: Ketua dan Anggota Senat Universitas Lampung, yang pada hari ini diberi amanah oleh Allah S.W.T,  Tuhan Yang Maha Kuasa

Diberi amanah untuk menjadi wakil Tuhan,

Diberi amanah untuk memutuskan Masa depan Universitas Lampung 4 tahun ke depan

Diberi amanah untuk menetapkan Calon Pemimpin Universitas Lampung 4 tahun yang akan datang,

Karena itu kepada Anggota Senat yang mulia saya berdoa, semoga Allah memberikan kekuatan & memberikan petunjuk agar seluruh Anggota Senat dapat memutuskan, dapat memilih dengan seadil-adilnya dan sejujur-jujurnya untuk masa depan UNILA yang lebih baik.

Perkenankan saya menyampaikan Visi, Misi dan Program Kerja dalam kesempatan yang mulia ini.

Bapak dan Ibu Anggota Senat yang Mulia.

Visi, Misi dan Program Kerja Yang kami susun untuk 4 tahun ke depan telah kami serahkan kepada panitia Pilrek dalam versi lengkap yang terdiri dari 35 halaman. Karena waktu presentasi yang singkat, maka 35 halaman ini kami rangkum dalam satu slide yang telah disajikan di depan Bapak dan Ibu anggota senat yang mulia.

Kami membawa tagline RISE Unila,

RISE Unila adalah kelanjutan dari para pemimpin-pemimpin unila terdahulu,  Termasuk kelanjutan dari Be Strong.  Setelah kita strong, setelah kita kuat, maka kita harus bangkit, kita harus melesat, Kita harus terbang tinggi,  Sehingga Unila dapat sejajar dengan kampus-kampus Ternama baik di domestik maupun di internasional.

RISE Unila mengusung 5 program utama: Dari 5 program utama ini Akan kami ringkas dalam dua program Yaitu Kesejahteraan SDM & Impactful Reset and Innovation

Bapak dan Ibu anggota Senat yang mulia,

Kesejahteraan SDM yang kami maksud Adalah:

Pertama kita ingin meningkatkan kesejahteraan SDM melalui pendampingan dan akselerasi kenaikan pangkat dan jabatan fungsional, terutama dosen agar dapat naik pangkat dan jabatan fungsional tertinggi dalam kurun waktu tertentu, setiap dua tahun sdh naik pangkat.

Saya memimpikan sebagaimana yang telah saya alami dan rasakan manfaatnya. Saya diterima sebagai Dosen tahun 2003 dan mencapai jabatan fungsional tertinggi Sebagai guru besar setelah 20 tahun mengabdi, yaitu tahun 2023 dalam usia 42 tahun. Ini adalah waktu mengabdi yang ideal dan usia yang ideal.

Saya memimpikan, mencita-citakan, mengimajinasikan, dengan akselerasi kenaikan pangkat dan jabatan fungsional tepat waktu, maka  10 tahun yang akan datang kita bisa menghasilkan, bisa melahirkan guru besar-guru besar dalam usia yang produktif yaitu dalam usia 40 sampai dengan 50 tahun atau dalam masa pengabdian 15 sampai dengan 20 tahun.

Mengapa ini sangat penting, karena ketika seorang dosen telah mencapai Fungsional yang tertinggi pada usia 40 tahun sampai 50 tahun.  Pada usia-usia inilah merupakan usia yang paling produktif bagi seorang dosen untuk berkarya dan berkiprah di kancah nasional maupun internasional.

Dan pada usia inilah masa yang krusial, dimana dosen harus memikirkan SPP anaknya yang sedang kuliah di luar negeri, biaya hidupnya, dan memikirkan bayar UKTnya, dan jika dosen tidak Sejahtera, dosen akan terganggu konsentrasinya. Karena itu saya memimpikan dosen-dosen bisa mencapai Akselerasi guru besar dalam usia 40 sampai dengan 50 tahun.

Untuk mewujudkan misi ini ada dua kendala:

Kendala pertama adalah dosen  enggan atau merasa terbebani dengan administrasi-administrasi kenaikan pangkat dan jabatan fungsional. Maka kami memberi Solusi, Jika saya terpilih menjadi rektor saya akan membuat TPD, Tim atau tendik pendamping dosen.  Tendik inilah yang akan mendampingi dosen Untuk membantu kenaikan pangkat dan jabatan fungsionalnya dan juga membantu kegiatan administrasi dalam pelaksanaan tridharma.

Kendala yang kedua dalam mencapai angka kredit jabatan fungsional tertinggi , Sebagian besar dosen tidak cukup syarat khusus publikasi internasional bereputasi. Karena itu solusi dari tidak tercapainya syarat khusus tersebut, Maka kami akan membentuk Tim Pendamping Kepakaran, yang dipimpin oleh para guru besar.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kami menyiapkan program hibah 200jt tanpa kompetisi kepada semua guru besar per peer group kepakarannya. Dari hibah guru besar inilah nanti menggandeng lektor kepala, lektor, asisten ahli, dan juga tenaga pengajar Per peer groupnya.  Dengan asumsi jumlah guru besar 166 atau digenapkan 170 orang, maka kita membutuhkan anggaran sekitar 35 miliar.

Guru besar inilah nantinya yang mendampingi atau membimbing pemenuhan syarat khusus publikasi dosen-dosen lektor yang ingin naik ke jenjang lektor kepala. Begitu pula dosen lektor kepala yang Ingin menjadi guru besar. Para guru besar memberikan membimbing, melakukan supervisi sehingga syarat khusus tersebut bisa terpenuhi oleh para dosen.

Inilah sejatinya kesejahteraan yang saya idam-idamkan. Jika dosen tersebut telah mencapai guru besar, maka secara otomatis gajinya naik, serdosnya naik, remunnya naik dan tunjangan guru besarnya juga naik , dan secara otomatis meningkatkan kesejahteraan dari dosen tersebut.

Peningkatan kesejahteraan yang kedua yaitu dengan menaikkan remunerasi hingga 100 persen, secara bersamaan kita juga melakukan upaya meningkatkan pendapatan dengan pemanfaatan aset-aset yang ada, membangun kerjasa DUDI dan pemerintah.

Bapak dan Ibu anggota Senat yang mulia,

Dampak dari program hibah 200jt tanpa kompetisi kepada semua guru besar per peer group kepakarannya, selain membantu dan mimbimbing dosen-dosen memenuhi syarat khusus publikasianya, juga hibah ini kita rancang untuk mewujudkan program unggulan kedua yaitu Impactful Reset and Innovation.

Melalui program hibah ini, kita bisa melakukan kerjasama dan membangun jejaring internasional. Melakukan publikasi bersama, visiting profesor dan penulisan buku internasional. Melalui hibah ini pula diharapkan bisa melakukan hilirisasi dan komersialisai hasil riset dengan melakukan kerjasama ke DUDI dan pemerintah. Untuk mewujukan kerjasama ini, kami akan membentuk kantor perwakilan UnilaHub di Jakarta.

Inilah dua program utama yang bisa saya sampaikan, versi lengkap dapat diminta kepada panitia.

Terakhir perlu saya sampaikan, majunya saya menjadi rektor adalah bentuk ikhtiar saya untuk memajukan unila. Saya cinta unila. Saya ingin unila berdiri sejajar dengan kampus2 ternama di nasional maupun internasional. Di unila inilah saya akan mengabdikan diri sampai akhri hayat saya.

Wassalamu’alaikum wr.wb. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda