Asep Sukohar. | Mirliana
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Ambisi Universitas Lampung (Unila) menuju world class university diuji secara kritis melalui isu produktivitas publikasi internasional dalam ajang sosialisasi bakal calon rektor di Gedung Serba Guna (GSG) Unila, Rabu (28/10/2026).
Dalam sesi tersebut, dosen Teknik Mesin Unila, Muhammad Badarudin, melontarkan pertanyaan kepada keenam bakal calon rektor terkait strategi peningkatan publikasi internasional.
Ia menyoroti bahwa meskipun seluruh kandidat mengusung jargon global university, target 2 persen publikasi Unila di jurnal internasional top tier belum tercapai.
Angka tersebut juga dinilai tertinggal dibandingkan perguruan tinggi lain di Sumatra yang membidik target 5 hingga 10 persen.
Badarudin turut menyinggung peringatan Wakil Menteri Stella mengenai posisi Indonesia yang disebut berada di peringkat kedua dunia dalam publikasi di jurnal predator.
Ia pun meminta para kandidat memaparkan strategi konkret untuk meningkatkan kualitas publikasi sekaligus menjawab persoalan tersebut.
Menanggapi tantangan itu, bakal calon rektor Unila, Asep Sukohar, menekankan pentingnya penambahan alokasi dana riset yang dipetakan secara spesifik untuk mendukung penelitian berorientasi internasional.
Menurutnya, penguatan pendanaan perlu berjalan seiring dengan peningkatan akreditasi institusi dan perluasan kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi luar negeri.
Salah satu strategi yang ditawarkan Asep adalah mendorong publikasi bersama (joint publication) dengan universitas di luar negeri.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring akademik sekaligus mendukung peningkatan kualitas dan reputasi publikasi ilmiah Unila.
Selain itu, Asep menyoroti optimalisasi program visiting professor sebagai upaya memperkuat hubungan akademik internasional.
Program ini dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan penelitian kolaboratif, serta peningkatan kapasitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah yang mampu bersaing di tingkat global.
Penguatan akreditasi institusi juga menjadi bagian dari strategi yang disampaikannya.
Langkah ini diarahkan untuk mendukung internasionalisasi Unila, sehingga pengembangan riset dan publikasi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Strategi Asep tersebut berfokus pada penguatan dukungan penelitian, kerja sama publikasi, dan jejaring akademik internasional.
Namun, dalam konteks pertanyaan Badarudin, upaya mencapai target publikasi jurnal top tier juga perlu disertai perhatian terhadap kualitas dan kredibilitas jurnal yang menjadi tujuan publikasi.
Persoalan jurnal predator menjadi tantangan tersendiri dalam peningkatan produktivitas ilmiah.
Karena itu, strategi peningkatan publikasi internasional tidak hanya berkaitan dengan penambahan jumlah artikel, tetapi juga perlu mempertimbangkan pemilihan jurnal bereputasi dan mutu luaran penelitian.
Pemetaan dana riset, publikasi bersama, peningkatan akreditasi, serta optimalisasi visiting professor menjadi sejumlah langkah yang dipaparkan Asep untuk mendukung internasionalisasi Unila.
Implementasi dan evaluasi program tersebut akan menjadi bagian penting dalam mengukur kontribusinya terhadap peningkatan kualitas publikasi internasional kampus. [Mirliana Amira]

Tinggalkan Komentar Anda