Agus Riyanto (atas). | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Anggota KPU Lampung Agus Riyanto menjadi salah satu pembahas bedah buku Pilkada di Tengah Pandemi yang diterbitkan KPU Bandar Lampung.
Agus mengatakan, ada dua hal yang menjadi titik tekan dalam buku ini. Pertama, kekhawatiran banyak pihak bahwa pilkada akan menjadi cluster baru covid-19 tidak terbukti. Penerapan protokol kesehatan yang ketat menjadi salah satu pemicu tidak adanya cluster baru.
Yang kedua, kata dia, pilkada 9 Desember 2020 di Bandar Lampung membuktikan angka partisipasi melejit jika dibandingkan pilkada tahun 2015. Jika pada pilkada tahun 2015 angka partisipasi pemilih adalah 66 persen, pada pilkada 2020 angka partisipasi pemilih menjadi 69 persen.
Kekhawatiran banyak pihak bahwa dengan pandemi ini angka partisipasi pemilih menjadi turun juga terbantahkan. Agus Riyanto mengapresiasi kerja keras penyelenggara,peserta, masyarakat, dan media massa dalam ikut mensosialisasikan pilkada tahun lalu. Hal itu kemudian berimbas pada kenaikan angka partisipasi pemilih, bahkan rerata dalam skal nasional nyaris mecapi target 77 persen.
Agus Riyanto mengatakan, dalam urusan sengketa pilkada, KPU Bandar Lampung juga selalu meminta pertimbangan KPU Provinsi Lampung dan KPU RI dalam menyikapi putuan Bawaslu Lampung yang meminta agar paslon Eva Dwiana dan Deddy Amarullah didiskualifikasi.
Langkah-langkah koordinasi yang baik juga ikut menjadi solusi persoalan sengketa itu akhirnya selesai dengan baik.
Selain Agus Riyanto, sejumlah narasumber juga dihadirkan sebagai pembahas. Mereka di antaranya Ketua DPRD Bandar Lampung Wiyadi, sastrawan Isbedy Stiawan Zs, Ketua Mappilu Lampung Adolf Ayatulloh, dan Manajer Liputan Tribun Lampung Yoso Muliawan.
Anggota Komisi I DPR Zulfikar Arse Sadikin juga hadir sebagai pembicara dan Ketua KPU RI Ilham Saputra memberikan sambutan pada bedah buku virtual hari ini. []
