Amra Callista Rizky Ramadhani. | Putu
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis angkatan 2024 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila), Amra Callista Rizky Ramadhani, membagikan pengalamannya usai mengikuti kegiatan praktikum table manner di Akar Hotels & Resorts.
Kegiatan pelatihan etiket makan formal secara internasional ini diselenggarakan sebagai bagian praktikum dari mata kuliah Français de l’hôtellerie et de la restauration. Pelaksanaan pelatihan dipimpin langsung oleh Reza Arif Rahman selaku manajer yang bertindak sebagai instruktur pembimbing, serta melibatkan para mahasiswa, dosen pengampu, dan pihak penyelenggara.
Pada wawancaranya, Rabu (14/10/2026) Amra mengungkapkan, pengalaman selama mengikuti pelatihan table manner tersebut sangat menyenangkan dan memberikan banyak wawasan baru baginya, terutama terkait etika dan kesopanan.
“Pengalaman saya selama mengikuti kegiatan table manner sangat menyenangkan dan menambah wawasan. Saya jadi tahu bagaimana cara makan yang baik dan sopan dalam situasi formal, terutama sesuai dengan budaya Prancis,” ujar Amra.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan penjelasan umum mengenai table manner. Para mahasiswa dibekali pemahaman materi etika jamuan formal—mulai dari cara menggunakan alat makan (cutlery) dengan benar, pemakaian serbet (napkin), posisi duduk yang baik, hingga sikap yang harus dijaga saat makan bersama.
Selama praktikum bersantap fine dining, para mahasiswa disajikan urutan menu lengkap, yang terdiri dari:
Amuse-Bouche: Soft roll Bread & Butter,
Appetizer: Chicken Orange Salad,
Soup: Chicken Cream Soup,
Main Course: Baked Breaded Almond Fish,
Dessert: Mint Romance Brulee
Menurut Amra, bagian yang paling menantang dari praktikum ini adalah menerapkan penggunaan alat makan sesuai urutannya.
Awalnya agak membingungkan karena ada beberapa aturan yang harus diperhatikan. Namun, lama-kelamaan jadi lebih paham. Pengalaman yang paling berkesan justru saat praktik bersama teman-teman. Ada beberapa hal yang awalnya terasa canggung, tetapi justru membuat kegiatan ini jadi lebih menarik,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini secara nyata mengubah sudut pandangnya mengenai etika makan. Bagi Amra, table manner bukan sekadar tentang tata cara menyantap makanan, melainkan bentuk penghormatan dan kesopanan kepada orang lain.
“Menurut saya, belajar teori di kelas membuat kita lebih memahami aturan-aturannya, sedangkan praktik langsung membuat kita lebih tahu bagaimana cara menerapkannya. Jadi, kita tidak hanya tahu teori, tetapi bisa langsung mencoba,” tutur Amra.
Melalui kegiatan ini, Amra merasakan manfaat yang besar, terutama dalam meningkatkan rasa percaya diri untuk menghadiri jamuan atau acara resmi di masa mendatang. Ia pun berkomitmen untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.
“Saya akan menerapkan ilmu ini saat makan bersama keluarga, teman, atau ketika menghadiri acara formal. Nantinya, keterampilan ini juga bisa berguna di dunia kerja, terutama kalau saya menghadiri pertemuan atau jamuan resmi,” pungkasnya. [Putu Suati Kartika Dewi]

Tinggalkan Komentar Anda