Mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kegiatan perkuliahan bersama praktisi penerjemahan, memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai dunia penerjemahan, khususnya penggunaan teknologi untuk mendukung proses penerjemahan.
Salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, Rafif Indharto, mengungkapkan bahwa materi yang paling menarik adalah pengenalan aplikasi Trados.
Aplikasi ini merupakan perangkat lunak, digunakan oleh penerjemah untuk membantu proses penerjemahan agar lebih efektif dan terorganisasi.
“Materi yang paling menarik adalah materi penggunaan Trados, aplikasi khusus penerjemah yang dikhususkan untuk mempermudah proses penerjemahan,” ujar Rafif.
Penjelasan yang disampaikan oleh praktisi penerjemahan, membantu memahami pekerjaan seorang penerjemah secara mendasar. Namun, pemahaman mengenai proses penerjemahan secara lebih kompleks, masih perlu dikembangkan karena materi yang diberikan pada aplikasi Trados.
“Secara mendasar, iya. Tapi untuk secara kompleksitas, belum, karena kita baru belajar dasar dari Trados tersebut, belum ke bagian-bagian kompleksnya,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pembelajaran teori di kelas dapat langsung diterapkan.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami konsep penerjemahan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk penerapannya dalam dunia kerja.
Menurutnya, pembelajaran penerjemahan lebih banyak berfokus pada praktik dibandingkan teori.
Rafif menambahkan, bahwa keterampilan utama dari seorang penerjemah adalah kemampuan berbahasa asing dan ketelitian dalam membaca. Kedua keterampilan tersebut dinilai membantu penerjemah memahami teks sumber dan menghasilkan terjemahan yang tepat.
Ia berharap kegiatan perkuliahan bersama praktisi penerjemahan dapat terus dilaksanakan, agar mahasiswa memperoleh pengalaman tentang dunia penerjemahan secara profesional.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat menghubungkan pembelajaran di kelas dengan praktik nyata, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi dalam bidang penerjemahan. [Helen Meldiana]

Tinggalkan Komentar Anda