Ketua PDHI Lampung Anwar Fuadi (paling kanan berkaus ungu) didampingi Enny Saswiyanti dan Anwar Bahri. | Helen
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kegiatan vaksinasi rabies, lapak baca, dan kampanye gizi digelar di Balai Veteriner Lampung, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan tersebut hasil kerja sama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Lampung, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung.
Program ini menjadi bagian dari gerakan vaksinasi rabies secara serentak yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian dan dipusatkan di Kampus IPB Bogor.
Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Lampung, Anwar Fuadi, mengatakan pengendalian rabies perlu dilakukan secara terarah, dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia.
Menurutnya, keterbatasan pendanaan menjadi salah satu tantangan dalam upaya eliminasi rabies. Karena itu, penanganan hewan penular rabies (HPR) perlu menjadi salah satu prioritas.
“Sekarang HPR yang harus kami tangani lebih dulu, kemudian target vaksinasi yang kita harus ukur sebenarnya sampai di mana efektivitasnya,” ujar Anwar Fuadi.
Ia juga menilai kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat yang memiliki HPR perlu terus dilakukan.
Edukasi tersebut penting agar pemilik hewan memahami langkah pencegahan rabies dan pentingnya vaksinasi.
Anwar mengatakan, PDHI Cabang Lampung bersama para dokter hewan siap mendukung upaya pemerintah dalam pengendalian rabies.
“PDHI insya Allah dengan seluruh anggota siap membantu kegiatan ini,” katanya.
Namun, ia menilai pengendalian rabies membutuhkan perencanaan yang realistis, dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran.
Anwar mendorong pemerintah dan berbagai pihak untuk menyusun langkah pengendalian yang lebih terencana dan terorganisasi.
Menurutnya, kegiatan yang dapat direalisasikan secara nyata perlu menjadi prioritas. [Helen Meldiana]

Tinggalkan Komentar Anda