Anwar Bahri. | Helen
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Balai Veteriner Lampung menggelar kegiatan vaksinasi rabies, Lapak Baca, dan kampanye gizi di Lampung, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Lampung, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan vaksinasi rabies secara serentak yang dilaksanakan Kementerian Pertanian dan dipusatkan di Kampus IPB Bogor.
Di Lampung, sebanyak 200 dosis vaksin rabies disiapkan untuk diberikan kepada hewan penular rabies (HPR).
Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Anwar Bahri, mewakili Kadis, mengatakan pemerintah tahun ini menyediakan sekitar 7.000 dosis vaksin rabies.
“Provinsi Lampung tahun ini hanya bisa menyediakan vaksin lebih kurang 7.000 dosis,” ujar Anwar yang juga Pejabat Otoritas Veteriner Provinsi Lampung.
Menurut Anwar, jumlah tersebut menunjukkan perlunya keterlibatan masyarakat dalam memperluas cakupan vaksinasi rabies di Lampung. Pencegahan rabies tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.
Ia menyampaikan vaksinasi rabies di sejumlah wilayah Lampung telah berlangsung sejak awal Agustus 2026.
Pelaksanaannya dilakukan di beberapa titik kabupaten dan kota. Hal ini disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.
Kegiatan vaksinasi juga dilaksanakan di beberapa titik, yakni di Bandar Lampung, Kota Metro, dan Balai Veteriner Lampung.
Anwar mengatakan pemerintah akan terus memaksimalkan upaya peningkatan kekebalan HPR secara bertahap.
Kegiatan serupa juga direncanakan kembali pada Oktober mendatang. Dilaksanakan bersamaan dengan agenda peresmian rumah sakit di lingkungan Balai Veteriner Lampung.
Selain vaksinasi, kegiatan di Balai Veteriner Lampung menghadirkan Lapak Baca dan kampanye gizi. Kehadiran kedua kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang mengikuti rangkaian kegiatan.
Anwar menekankan pentingnya kerja sama pemerintah, tenaga kesehatan hewan, pemilik hewan, dan masyarakat dalam pengendalian rabies.
“Stronger together, artinya kalau kita bersama-sama insya Allah kita kuat,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi dan partisipasi masyarakat menjadi upaya pengendalian rabies di Lampung, serta dilaksanakan secara lebih masif dan maksimal. [Helen Meldiana]

Tinggalkan Komentar Anda