Mahasiswa Unila galang dana. | Najwa
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sebanyak 105 mahasiswa yang tergabung dalam aliansi lintas organisasi kemahasiswaan Unila hari ini menggelar penggalangan dana kemanusiaan.
Gerakan solidaritas ini diinisiasi oleh Departemen Kajian Ilmiah Islam dan Keumatan (KIIK) Birohmah Unila.
Berawal dari ajakan internal ke Lembaga Dakwah Kampus (LDK), inisiatif tersebut meluas cepat hingga melibatkan berbagai Lembaga Kemahasiswaan (LKM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), hingga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan Universitas Lampung.
Aksi penggalangan dana berlangsung selama dua hari di beberapa titik jalan. Hari pertama dimulai pada sore hari mulai pukul 15.45 hingga 17.50 WIB dengan melibatkan 67 relawan diturunkan dengan melibatkan enam organisasi, yaitu Birohmah, DPM FP, Imasapra, FPPI, HMJPBS, dan Fosi FP.
Sementara pada hari kedua, aksi dilanjutkan sejak pukul 06.30 hingga 10.00 WIB dengan kekuatan 38 relawan melanjutkan aksi yang didukung oleh lima organisasi, yakni DPM U, FSPI, Himaseperta, Fossi FT, dan PIK R Raya.
Kepala Departemen KIIK Birohmah Unila, Akram Mardani, mengungkapkan rasa bangganya terhadap tingginya antusiasme para relawan mahasiswa selama aksi berlangsung.
“Antusiasme teman-teman mahasiswa luar biasa. Dari awal berkumpul sampai aksi berakhir, semangat mereka yang turun ke jalan tidak surut sama sekali,” ujar Akram.
Meski demikian, Akram tak menampik adanya tantangan dalam mengendalikan jumlah relawan yang cukup besar di area publik.
Menurutnya, faktor keselamatan menjadi prioritas utama selama penggalangan dana berlangsung di jalan raya.
“Tantangan terbesarnya adalah mengoordinasikan teman-teman agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Keselamatan para relawan adalah yang paling utama,” tegasnya.
Senada dengan Akram, perwakilan relawan, Michelle Sasha Sidabalok atau kerap biasa dipanggil Sasha, juga menyampaikan apresiasinya terhadap semangat anak-anak muda yang peduli akan isu-isu sosial kemanusiaan di sekitarnya.
Dari aksi tersebut, aliansi mahasiswa Unila berhasil menghimpun total donasi sebesar Rp6.071.400.
Jumlah ini terdiri dari dana tunai di lapangan sebesar Rp5.317.900 dan transfer rekening sebesar Rp753.500.
Panitia sengaja hanya membuka donasi dalam bentuk uang tunai dan transfer demi mempermudah serta mempercepat proses penyaluran bantuan ke lokasi bencana.
Seluruh dana yang terkumpul akan diserahkan secara resmi kepada pihak ketiga, yaitu lembaga filantropi Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), yang selanjutnya akan mendistribusikan bantuan langsung kepada warga terdampak di NTT.
Melalui aksi ini, Sasha berharap bantuan dari masyarakat dan hasil kerja keras mahasiswa Unila dapat memberikan dampak nyata di lapangan.
“Saya merasa senang melihat masih banyak anak muda, khususnya mahasiswa, yang peduli dengan keadaan sekitar dan mau turun langsung melakukan aksi mulia ini. Semoga apa yang kami usahakan bisa meringankan beban saudara-saudara kita di NTT dan bernilai ibadah di sisi-Nya,” tutup Sasha. [Mirliana/Najwa/Suati]

Tinggalkan Komentar Anda