Berita Foto Advertorial

Universitas Terbaik di Lampung Teknokrat Pengabdian di SMK Amal Bakti Jatimulyo

Universitas Terbaik di Lampung Teknokrat Pengabdian di SMK Amal Bakti Jatimulyo

Pengabdian di SMK Amal Bakti Jatimulyo oleh dosen dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia. | Dokumentasi

Pengabdian di SMK Amal Bakti Jatimulyo oleh dosen dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Jatimulyo – Universitas terbaik di Lampung, Universitas Teknokrat Indonesia, mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sekolah binaan sesi I ke SMK Amal Bakti Jatimulyo, Lampung Selatan, beberapa hari lalu.

Adapun dosen yang dilibatkan adalah Lulud Oktaviani, M.Pd. dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris sebagai ketua dan dibantu anggota  Ysra Fernano, M.Kom. dari Prodi Informatika. Mahasiswa Teknologi Informasi Randi Romadoni dan Pendidikan Bahasa Inggris (Fadli Amin, Fikri Hilaikal, dan Nia Noviana) dilibatkan.

Kegiatan sesi I ini memberikan materi mengenai Psikologi Belajar Mengajar Siswa  di era 4.0 oleh Lulud Oktaviani, M.Pd.

Kegiatan ini dihadiri siswa siswi kelas XII. Selain itu, Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan Sutarmi, S.Pd. dan guru BK Heri Susanto, S.Pd juga hadir pada kegiatan tersebut.

Dalam kegiatan ini membahas mengenai ciri-ciri remaja sebagai pembelajar di kelas dan bagaimana menyesuaikan pembelajaran di kelas di era 4.0 ini.

Kegiatan pengabdian sesi I ini juga menjadi langkah awal dan bentuk studi pendahuluan untuk sesi II yang nantik akan menerapkan sistem aplikasi bimbingan konseling melalui website.

Kegiatan ini mendapat respons yang sangat positif dari Kepala Sekolah Sugiyono Sapto S, SH. karena masa remaja merupakan masa-masa transisi, khususnya siswa siswi SMK yang memerlukan bimbingan dan pendapingan utamanya pada era 4.0 ini.

Wakil Rektor I Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Mahathir Muhammad SE MM mengatakan, metode pembelajaran di kelas selama masa pandemi ini memang butuh inovasi. Jika tidak demikian, siswa akan sulit menerima pelajaran dari guru. Selain itu, interaksi juga sulit diharapkan jika bahan pembelajaran tidak diserap dengan baik oleh siswa.

Apa yang diajarkan dosen teknokrat, ujar dia, akan memberikan manfaat agar metode pembelajaran bisa diterima dengan baik. Selain itu, konten yang disajikan juga disesuaikan dengan metode pembelajaran.

Mahathir yakin, dengan kreasi dan inovasi, meski belajar daring, siswa bisa menyerap dengan baik. Ia mengapresiasi kegiatan ini dan ingin lebih banyak sekolah yang bisa dibantu.

Selain itu, mengajak mahasiswa dalam kegiatan semacam ini juga penting. Tujuannya, mahasiswa mendapat pengalaman lapangan berinteraksi dengan pihak lain. [Sugiono]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda