Pringsewu

Tim Universitas Lampung Terapkan Teknologi Plasma Dingin untuk Pengolahan Limbah Cair Mocaf

Tim Universitas Lampung Terapkan Teknologi Plasma Dingin untuk Pengolahan Limbah Cair Mocaf

Ahmad Faruq Abdurrahman dkk pengabdian di Pringsewu. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Pringsewu  – Tim Universitas Lampung (Unila) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menerapkan teknologi plasma dingin untuk pengolahan limbah cair dari proses produksi modified cassava flour (mocaf) di Sentra Mocaf Purwodadi, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Kegiatan ini merupakan bentuk penerapan hasil riset dan inovasi teknologi Universitas Lampung dalam menjawab permasalahan lingkungan di masyarakat, khususnya terkait pengelolaan limbah cair yang dihasilkan dari proses pengolahan pangan berbasis singkong.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut diketuai oleh Ahmad Faruq Abdurrahman, M.Si., dengan anggota tim Devi Eka Lestari, S.Si., M.Si. dan Ubaidah, S.T., M.T. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, yaitu Anggyta Fitryan, Mei Wulandari, dan Masna Niswa Aini.

Pelaksanaan kegiatan ini didanai melalui Hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Dukungan pendanaan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong perguruan tinggi untuk mengembangkan dan menerapkan hasil penelitian serta inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, tim Unila memperkenalkan teknologi Super Series Corona Discharge, sebuah teknologi plasma dingin yang memanfaatkan proses pelepasan listrik korona untuk menghasilkan plasma. Teknologi ini selanjutnya menghasilkan ozon dan berbagai spesies reaktif yang memiliki kemampuan oksidasi kuat.

Ozon dan spesies reaktif yang dihasilkan dimanfaatkan dalam proses pengolahan limbah cair mocaf. Keduanya berperan dalam membantu mendegradasi berbagai senyawa pencemar, termasuk zat pewarna dan senyawa organik, serta membantu menurunkan kandungan mikroorganisme yang terdapat di dalam limbah.

Limbah cair yang menjadi objek pengolahan berasal dari proses produksi mocaf, yaitu tepung berbahan dasar singkong yang telah melalui proses fermentasi. Proses fermentasi dan pengolahan tersebut menghasilkan limbah cair yang memiliki karakteristik tertentu dan berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

Penerapan teknologi plasma dingin ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pengolahan limbah yang efektif, ramah lingkungan, dan berpotensi dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain melakukan penerapan teknologi, kegiatan ini juga menjadi sarana transfer pengetahuan dari perguruan tinggi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan teknologi plasma untuk pengelolaan lingkungan.

Ketua tim pengabdian, Ahmad Faruq Abdurrahman, M.Si., menyampaikan bahwa hasil penelitian di perguruan tinggi seharusnya tidak berhenti pada tahap eksperimen dan publikasi, tetapi perlu diarahkan agar memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.

“Riset jangan berhenti di meja laboratorium, ia harus bermanfaat sampai di masyarakat. Sesuai tagline Kemendiktisaintek yaitu Berdampak.”

Menurut Ahmad Faruq, penerapan teknologi plasma dingin pada limbah cair mocaf merupakan salah satu bentuk hilirisasi hasil riset yang dikembangkan oleh tim. Melalui kegiatan pengabdian, teknologi yang sebelumnya dikembangkan dan diuji dalam lingkungan laboratorium dapat diperkenalkan serta diterapkan pada persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang terlibat untuk memperoleh pengalaman dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung di lapangan. Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memperkuat kemampuan mereka dalam mengintegrasikan aspek teori, eksperimen, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.

Tim Universitas Lampung berharap penerapan Super Series Corona Discharge dapat terus dikembangkan dan dioptimalkan sehingga mampu menjadi salah satu solusi teknologi tepat guna dalam pengolahan limbah cair, khususnya pada industri pangan berbasis singkong.

Melalui kegiatan tersebut, Universitas Lampung terus mendorong agar hasil penelitian dan inovasi yang dikembangkan di lingkungan kampus dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan, sejalan dengan semangat perguruan tinggi untuk menghasilkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga bermanfaat dan berdampak. [Pariwara]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda