Nusantara

Pengajar ESP Berbagai Daerah Tuangkan Refleksi dan Rencana Pengajaran dalam Antologi Hasil Workshop AI di UMY

Pengajar ESP Berbagai Daerah Tuangkan Refleksi dan Rencana Pengajaran dalam Antologi Hasil Workshop AI di UMY

Lokakarya IETC bersama Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, UMY.

Wartalampung.id, Yogyakarta – Lokakarya yang diselenggarakan oleh Indonesian ESP Teachers Community (IETC) bersama Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Senin, 24 Agustus 2026, tidak hanya diramaikan oleh peserta dari Yogyakarta.

Acara yang bertajuk Integrating AI into ESP Practice: Needs Analysis – Materials Development – Assessment Design ini juga diikuti oleh para pengajar dari berbagai provinsi di luar Jawa, termasuk Lampung. Mereka antusias meningkatkan kompetensi di bidang pengajaran Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (ESP) berbasis kecerdasan buatan (AI).

Didukung oleh Lukman Batik Workshop, kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber nasional.

Mereka adalah Dwi Yulianto Nugroho (IETC/Universitas Pelita Harapan), Banatul Murtafiah (Universitas Islam Indonesia), dan FX Risang Baskara (Universitas Sanata Dharma).

Peserta tidak sekadar menerima teori, tetapi terlibat langsung dalam praktik menganalisis kebutuhan peserta didik, mengembangkan bahan ajar, dan merancang asesmen pembelajaran ESP.

Tindak lanjut dari workshop ini adalah akan dikumpulkannya beragam tulisan refleksi dan rencana pengajaran dari para peserta yang berasal dari berbagai daerah.

Antologi ini memuat pengalaman nyata para pengajar ESP di lapangan, tantangan yang mereka hadapi, serta rencana konkret untuk mengintegrasikan AI dalam pengajaran mereka.

Antologi ini nantinya menjadi bukti bahwa suara dan pengalaman mereka didengar serta menjadi bagian dari gerakan nasional peningkatan kualitas pengajaran ESP.

Ketua IETC, Luluk Iswati, menyoroti pentingnya dokumentasi pengalaman dan rencana pengajaran dari berbagai daerah.

Ia bilang, antologi yang lahir dari workshop ini akan menjadi sangat istimewa karena berisi refleksi dan rencana pengajaran dari para guru dan dosen yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.

”Setiap tulisan adalah cerita perjuangan dan harapan,” kata dia.

Ia berharap, antologi ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengajar ESP di daerah lain, sekaligus menjadi bahan evaluasi kolektif tentang bagaimana AI dapat diadaptasi sesuai dengan konteks lokal masing-masing.

”Partisipasi dari berbagai daerah di Indonesia menunjukkan bahwa semangat belajar dan berbagi pengetahuan lintas wilayah sangat tinggi,” ujar Luluk Iswati.

Workshop ini diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya lebih banyak perbaikan pengajaran ESP di seluruh Indonesia. IETC berkomitmen untuk terus memfasilitasi ruang berbagi dan mendokumentasikan praktik-praktik baik pengajaran ESP dari berbagai daerah. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda