Lampung Tengah

Siswa Kelas XII SMKN 1 Terbanggi Besar Ikuti Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik, Umi Tarsih: Buka Lebih Banyak Peluang

Siswa Kelas XII SMKN 1 Terbanggi Besar Ikuti Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik, Umi Tarsih: Buka Lebih Banyak Peluang

Tes kemampuan akademik SMKN 1 Terbanggi Besar. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Poncowati – SMKN 1 Terbanggi Besar menggelar sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII sebagai bagian dari upaya sekolah memberikan pemahaman dan kesiapan kepada peserta didik dalam menghadapi tahapan pendidikan setelah lulus.

Undangan sosialisasi ini diperuntukkan bagi wali murid dan siswa kelas XII per progam keahlian dan dilaksanakan secara bertahap di Laboratorium Seni SMKN 1 Terbanggi Besar.

Berdasarkan surat permohonan izin sosialisasi, kegiatan dijadwalkan pada Jumat, 21 Agustus 2026 untuk kelas XII TTT, Senin, 24 Agustus untuk XII Akuntansi, Rabu, 26 Agustus untuk XII MP, serta Kamis, 27 Agustus untuk XII Bisnis Retail.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, urgensi TKA bagi murid SMK tidak hanya terkait seleksi pendidikan dan pekerjaan, tetapi juga sebagai bagian integral dari upaya peningkatan mutu pendidikan kejuruan di Indonesia.

Dalam sosialisasi tersebut, Riyanto, Operator TKA, menekankan bahwa TKA tidak bersifat wajib. Namun, siswa diberikan pemahaman bahwa sertifikat hasil TKA dapat menjadi dokumen penting yang bermanfaat untuk berbagai keperluan setelah lulus.

Sertifikat TKA dapat digunakan sebagai salah satu dokumen pendukung dalam pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), pendaftaran perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS), pengajuan beasiswa termasuk KIP, serta kebutuhan administrasi lainnya.

Sertifikat tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk melengkapi portofolio ketika melamar pekerjaan dan menjadi salah satu dokumen yang dapat diminta dalam proses pendaftaran pada bidang atau institusi tertentu, termasuk seleksi Polri.

Ia juga menyampaikan bahwa persyaratan sertifikat TKA dapat berbeda pada setiap perguruan tinggi maupun program yang dituju. Tidak semua PTS mensyaratkan sertifikat TKA, tetapi sertifikat tersebut dapat menjadi dokumen pendukung yang penting, terutama ketika siswa mendaftar perguruan tinggi atau mengajukan beasiswa.

Menindaklanjuti manfaat tersebut, Umi Tarsih, Kepala Sekolah mendorong agar seluruh siswa kelas XII dapat mengikuti TKA.

Umi bilang, TKA memang tidak wajib, tetapi pihaknya ingin anak-anak memahami bahwa sertifikat TKA dapat memberikan manfaat dan membuka lebih banyak peluang setelah mereka lulus.

Karena itu, ia berharap seluruh siswa kelas XII dapat mengikuti TKA.

“Jangan sampai kesempatan yang sebenarnya bisa menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan, mendapatkan beasiswa, maupun memasuki dunia kerja justru dilewatkan,” ujar Umi.

Sementara itu, Ratna Juarini, guru Bimbingan Konseling (BK), menekankan pentingnya siswa mulai memikirkan dokumen dan persyaratan yang mungkin dibutuhkan untuk rencana masa depan masing-masing.

Ia mengajak siswa untuk berpikir jauh ke depan. Mungkin saat ini mereka belum membutuhkan sertifikat TKA, tetapi ketika mendaftar perguruan tinggi, beasiswa, atau kesempatan tertentu, sertifikat tersebut bisa menjadi dokumen yang diperlukan atau sangat membantu.

“Karena itu, lebih baik siswa memiliki sertifikatnya daripada kehilangan kesempatan karena belum memilikinya,” jelasnya.

Ada surat pernyataan yang dibagikan untuk ditandatangani wali murid dan siswa di sosialisasi ini yang berisikan kesediaan untuk mengikuti TKA atau tidak.

Persiapan menghadapi TKA juga membutuhkan dukungan keluarga. Orang tua diharapkan dapat memberikan pendampingan dan motivasi tanpa memberikan tekanan berlebihan kepada anak.

Murti, orang tua siswa, menyampaikan apresiasinya terhadap sosialisasi yang dilakukan sekolah.

“Kami sebagai orang tua tentu mendukung kegiatan ini. Dengan adanya sosialisasi, anak-anak menjadi lebih memahami apa yang harus dipersiapkan. Kami akan berusaha memberikan dukungan agar anak dapat belajar dengan baik dan tetap menjaga semangatnya,” ujarnya.

Marsya Fauziah, siswa kelas XII Akuntansi, mengaku kegiatan tersebut membuatnya lebih memahami pentingnya mempersiapkan diri sejak sekarang.

“Sebelumnya kami masih bertanya-tanya tentang TKA dan bagaimana cara mempersiapkannya. Setelah mendapatkan sosialisasi, kami menjadi termotivasi untuk belajar lebih teratur. Semoga kami bisa mengikuti TKA dengan baik,” ungkapnya.

Melalui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan secara bertahap ini, YB. Santosa, Waka Kurikulum, mengungkapkan target sekolah adalah mendorong 100 persen siswa kelas XII mengikuti TKA, sehingga seluruh siswa memiliki sertifikat yang dapat menjadi salah satu bekal dalam menentukan langkah setelah menyelesaikan pendidikan di SMK. [Maya]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda