Pesawaran

Tim Pengabdian Unila Latih KWT Desa Sungai Langka Membuat Batik Tulis

Tim Pengabdian Unila Latih KWT Desa Sungai Langka Membuat Batik Tulis

Perngabdian Unila di Sungai Langka, Pesawaran. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Pesawaran – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung (Unila) mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan pembuatan batik tulis bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sungai Langka, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat: Pelatihan Pembuatan Batik bagi Kelompok Wanita Tani Desa Sungai Langka Kabupaten Pesawaran” tersebut diikuti 20 anggota KWT Desa Sungai Langka. Kegiatan menjadi bagian dari upaya Unila dalam mendampingi desa binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unila, Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila, berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan dapat mendorong KWT menjadi kelompok masyarakat yang lebih produktif.

“Harapan saya kelompok wanita tani bisa lebih produktif, produk yang dihasilkan bisa kita kembangkan lagi, desa binaan Unila di Lampung ada sekitar 15, salah satunya Desa Sungai Langka,” ujar Habibullah.

Sementara itu, Dr. Roslina, S.E., M.Sc., selaku ketua pelaksana kegiatan, mengatakan pelatihan batik tulis menjadi pengalaman baru bagi masyarakat Desa Sungai Langka. Sebelumnya, tim pengabdian Unila telah memberikan pelatihan ecoprint kepada masyarakat setempat.

“Batik tulis ini menjadi hal baru yang diminati peserta. Harapannya, keterampilan ini dapat terus dipraktikkan dan dikembangkan menjadi produk jadi yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Roslina.

Pelatihan diawali dengan pre-test, dilanjutkan pemaparan materi dan praktik langsung. Tim pengabdian Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unila juga menggandeng profesional dari Batik Siger sebagai instruktur untuk memberikan pendampingan secara langsung kepada peserta.

Pengabdian Unila di Sungai Langka. | Dokumentasi

Dalam praktiknya, peserta diperkenalkan pada tahapan dasar pembuatan batik tulis, mulai dari menggambar motif, membatik menggunakan lilin, proses pewarnaan, penguncian warna, hingga perebusan kain. Setiap peserta kemudian menghasilkan lembaran kain batik sebagai hasil kreativitas masing-masing.

Antusiasme peserta terlihat bahkan sebelum kegiatan dimulai. Para anggota KWT berbondong-bondong mempersiapkan kegiatan dan mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan penuh semangat.

“Saya sangat antusias karena ini pertama kali kami belajar membuat batik tulis. Awalnya tangan agak gemetar, tetapi ternyata seru, mulai dari membatik dengan lilin, mewarnai, mengunci warna hingga merebus kain,” ungkap salah seorang peserta.

Kepala Desa Sungai Langka, Erwan Sutijo, S.P., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan batik tulis dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendorong produktivitas masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

“Kami berharap momentum ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ibu-ibu yang tergabung dalam KWT memiliki potensi melalui budaya batik yang mudah-mudahan dapat mendorong kegiatan yang membantu perekonomian keluarga,” ujarnya.

Pelatihan ini merupakan tahap awal berupa demonstrasi dan pengenalan teknik batik tulis. Ke depan, KWT Desa Sungai Langka diharapkan mampu memproduksi batik secara mandiri dan mengolahnya menjadi berbagai produk bernilai jual, seperti pakaian, seragam, vest, maupun produk kerajinan lainnya.

Melalui pendampingan berkelanjutan, keterampilan membatik diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas baru bagi masyarakat, tetapi berkembang menjadi potensi ekonomi yang dapat memperkuat kemandirian dan produktivitas keluarga di Desa Sungai Langka. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda