Sampurna Dadi Riskiono
WARTALAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG – Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Umum Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Sampurna Dadi Riskiono, S.Kom., M.Eng., menekankan pentingnya penguasaan komunikasi publik bagi seorang pemimpin.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Leadership Education Program (LEP) 2026 yang digelar di kampus setempat, kemarin.
Di hadapan mahasiswa peserta program kepemimpinan, Sampurna menjelaskan bahwa kemampuan menyampaikan pesan, baik dalam bentuk sambutan, pidato, hingga laporan kegiatan, adalah modal utama bagi pemimpin masa depan.
“Calon pemimpin harus paham betul format yang diminta sebelum menyusun naskah. Durasi penyampaian juga harus proporsional dengan porsi acara,” ujar Dr. Sampurna.
Dalam pemaparannya, beliau membagikan lima tips praktis (practical tips) agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh audiens:
- Kenali Bentuk Penyampaian: Pahami format acara sebelum menyusun naskah.
- Sesuaikan Durasi: Sambutan tidak boleh terlalu panjang hingga menyamai pidato utama.
- Gunakan Data Konkret: Khusus untuk laporan kegiatan, wajib menyertakan fakta dan menghindari opini pribadi.
- Latih Intonasi dan Jeda: Penekanan pada poin penting membuat pesan lebih mudah diingat.
- Jaga Bahasa Tubuh: Pastikan gerak tubuh selaras dengan isi pesan yang disampaikan.
Kesalahan Fatal
Selain membagikan tips sukses, Sampurna juga menyoroti sejumlah kesalahan umum (mistakes to avoid) yang kerap terjadi dalam komunikasi publik.
Ia mengingatkan peserta agar tidak membawakan laporan kegiatan dengan nada berpidato, serta membatasi opini pribadi yang berlebihan.
Kesalahan lain yang disoroti adalah membawakan pidato tanpa struktur yang jelas, karena berpotensi mengaburkan gagasan utama.
“Kurangnya latihan vokal dan bahasa tubuh juga bisa membuat penampilan terasa kaku. Jangan sampai penyampaian kita terkesan bertele-tele atau terburu-buru hanya karena tidak memperhitungkan durasi,” tegasnya.
Cermin Kematangan Pemimpin
Menutup sesi pemaparannya, Sampurna merangkum sejumlah poin kunci (key points) mengenai teknik berbicara (speech techniques) sebagai bagian teknis dari public speaking. Ia membedakan instrumen penting ini menjadi elemen vokal dan non-vokal.
“Elemen vokal seperti intonasi, artikulasi, tempo, jeda, volume, dan pernapasan sangat menentukan kejelasan serta daya tarik suara pembicara. Sementara elemen non-vokal mencakup kontak mata, ekspresi wajah, gestur, postur, hingga pergerakan panggung untuk memperkuat kesan dan kredibilitas di mata audiens,” paparnya.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa seorang pemimpin harus bisa membedakan karakteristik jenis komunikasi penugasan.
Sambutan harus dibawakan secara seremonial dan singkat, pidato wajib bersifat substantif serta persuasif, sedangkan laporan kegiatan harus disajikan secara faktual dan objektif.
“Kemampuan memilih bentuk penyampaian yang tepat dan sesuai dengan konteks acara inilah yang mencerminkan kematangan seorang pemimpin dalam berkomunikasi,” pungkas Sampurna.
Sebagai informasi, program LEP 2026 ini merupakan agenda rutin dari Universitas Teknokrat Indonesia sebagai Kampus Berdampak, guna melahirkan generasi muda yang siap memimpin di berbagai sektor dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. []

Tinggalkan Komentar Anda