Guru SMKN 1 Terbanggi Besar. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Empat guru SMKN 1 Terbanggi Besar, yaitu Banu Adi Wisesa, Heriyanto, Endang Karana Pertiwi, dan Eka Tutik Purwaningsih, menghadiri Forum Dialog Strategis Eksklusif Lampung Post Executive Forum (LPEF) II Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Mahligai Agung Pascasarjana Universitas Bandar Lampung (UBL), Kamis, 18/6/2026.
Kehadiran keempat guru ini merupakan tindak lanjut arahan pimpinan sekolah untuk menyerap berbagai gagasan, kebijakan, dan strategi peningkatan mutu pendidikan yang dibahas dalam forum bergengsi tingkat provinsi tersebut.
Mengusung tema “Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi Lampung Menuju Indonesia Emas 2045”, forum ini mempertemukan para pemangku kepentingan pendidikan, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan media massa untuk merumuskan langkah strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Lampung.
Forum strategis tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting dari tingkat nasional maupun daerah.
Hadir sebagai narasumber utama Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung Yanuar Irawan, para kepala daerah dan perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, pimpinan perguruan tinggi, akademisi, pimpinan dunia usaha dan industri, organisasi profesi pendidikan, kepala sekolah, guru, serta para pemangku kepentingan pendidikan lainnya.
Jajaran pimpinan PT Masa Kini Mandiri (Lampung Post) yang dipimpin Iskandar Zulkarnain turut berperan sebagai penyelenggara forum yang mempertemukan berbagai unsur pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat.
Dalam forum tersebut, Fajar Riza Ul Haq memaparkan arah kebijakan pendidikan nasional yang menitikberatkan pada pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran, serta penguatan karakter peserta didik sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Salah satu sesi yang mendapat perhatian besar peserta forum adalah paparan Thomas Amirico. Kehadiran dan kinerja Thomas Amirico bahkan mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Bandar Lampung atas capaian Pemerintah Provinsi Lampung yang berhasil meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi dalam satu tahun terakhir.
Dalam pemaparannya, Thomas Amirico menjelaskan bahwa rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi tidak semata-mata disebabkan oleh faktor ekonomi. Menurutnya, masih banyak siswa yang belum memperoleh informasi yang memadai mengenai peluang pendidikan lanjutan, jalur masuk perguruan tinggi, maupun berbagai program bantuan pendidikan yang tersedia.
Ia juga menyoroti perlunya peningkatan kemampuan literasi, numerasi, dan pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS).
Selain itu, ia juga menegaskan perlunya perubahan paradigma dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Guru Bimbingan dan Konseling tidak lagi dipandang sebagai penegak disiplin semata, melainkan sebagai pendamping, navigator potensi, dan motivator yang membantu peserta didik menemukan arah pendidikan dan karier sesuai minat dan bakatnya.
Heriyanto, perwakilan guru SMKN 1 Terbanggi Besar menyampaikan bahwa berbagai gagasan yang diperoleh dari forum tersebut akan menjadi bahan refleksi dan penguatan program sekolah.
“Forum ini memberikan banyak wawasan baru tentang bagaimana sekolah dapat membangun budaya belajar yang lebih kuat, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta memperluas wawasan siswa mengenai pendidikan lanjutan dan dunia kerja. Banyak praktik baik yang dapat kami adaptasi di SMKN 1 Terbanggi Besar,” ujarnya.
Menindaklanjuti berbagai gagasan yang diperoleh dari forum tersebut, Umi Tarsih, Kepala Sekolah, berencana memperkuat program peningkatan kompetensi guru dan mengoptimalkan komunitas belajar guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
“Masukan yang kami peroleh dari forum ini sangat relevan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Kami akan terus mendorong penguatan kompetensi guru, budaya belajar yang positif, serta pendampingan siswa agar memiliki motivasi tinggi untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja,” ujar Umi.
Kegiatan Lampung Post Executive Forum II Tahun 2026 ditutup dengan sesi diskusi panel bersama para pemangku kepentingan pendidikan serta penganugerahan Lampung Post Education Award 2026.
Melalui keikutsertaan dalam forum tersebut, SMKN 1 Terbanggi Besar menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperkuat budaya sekolah yang positif, serta mempersiapkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045. [Maya]

Tinggalkan Komentar Anda