Opini

Etos Kerja dan Kualitas Hidup Orang Prancis

Etos Kerja dan Kualitas Hidup Orang Prancis

Endang Ikhtiarti

Oleh Endang Ikhtiarti, Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila

Hiruk pikuknya kehidupan orang Prancis dengan segala kesibukanya terkadang membuat masyarakat dunia iri terhadap hasil hasil karyanya. Meskipun demikian, orang Prancis memiliki prinsip keseimbangan antara bekerja keras dan menimati hidup.

Orang Prancis dikenal sangat menjunjung tinggi keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesionalitas. Jadi mereka memiliki batasan yang tegas antara keprofesionalan kerja dan pribadi, serta waktu istirahat yang berkualitas.

Mereka mempunyai patokan kualitas hidup, filosofi, etos kerja, keseimbangan hidup, dan seni menikmati hidup (art de vivre) yang bagus. Oleh karena itu, negara Prancis menerapkan batas kerja  selama 35 jam seminggu dan jam lembur biasanya dikompensasikan dengan tambahan gaji atau waktu libur.

Di Prancis, jam kerja diatur dalam undang-undang Code du Travai (Undang–Undang Ketenagakerjaan Prancis). Secara legal, pegawai tidak boleh bekerja lebih dari 10 jam per- hari dan tidak boleh lebih dari 48 jam per minggu.

Etos kerja dan kualitas hidup masyarakat Prancis sangat lekat sekali dengan filosofi yang terkenal yaitu “travailler pour vivre” atau dalam bahasa Inggrisnya work to live yang artinya bekerja untuk hidup bukan hidup untuk bekerja.

Jadi budaya mereka sangat menyeimbangkan kehidupan professional yang tinggi terhadap waktu bekerja, waktu senggang, waktu untuk kehidupan keluarga, dan waktu untuk kehidupan pribadi.

Durasi jam kerja di Prancis terlihat lebih singkat yaitu hanya 35 jam per minggu. Jika dibandingkan durasi jam kerja negara lain seperti Turki yang mencapai 42 sampai 44 jam kerja per minggu atau Yunani 39 sampai 41 jam kerja per minggu, pekerja Prancis tidak kalah produktif dan tidak kalah efisien.

Di Prancis, setiap jam kerja yang melebihi batas 35 jam per minggu dihitung sebagai kerja lembur dan wajib diberikan kompensasi tambahan. Etos kerja orang Prancis sangatlah tinggi.

Mereka bekerja dimulai dari pukul 08.00-9.00 hingga 17.00-18.00. Mereka juga sangat menghargai waktu istirahat utuk menikmati makan siang, yang berlangsung hanya 1-2 jam.

Selain itu, mereka juga memiliki hak perlindungan hukum Right to Disconnect yang mengizinkan   pekerja tidak wajib merespons email atau pesan di luar jam kerja.

Etos kerja orang Prancis yang lain sangat terkenal yaitu disiplin dan formal. Di Prancis, budaya di tempat kerja cenderung formal, hierarkis, sangat menghargai ketepatan waktu dengan semboyannya (être à l’heurel) dan mereka berprinsip tidak mau merugikan waktu orang lain.

Semboyan yang sangat terkenal di Prancis dalam menghargai waktu itu diabadikan oleh penyair dan penulis lagu Prancis abad ke-19, Jules Jouy dan Edith Piaf. Berikut adalah semboyannya: “L’heure, c’est l’heure ; avant l’heure, c’est pas l’heure ; après l’heure, c’est plus l’heure”.

Artinya: tepat waktu  adalah waktunya; sebelum waktu tiba adalah  belum waktunya; setelah waktu tiba adalah bukan waktunya atau sudah terlambat.

Mereka juga sangat mempunyai disiplin yang tinggi, motivasi internal yang kuat, tanggung jawab dan akuntabilitas yang tinggi, semangat untuk belajar dan berkembang serta keterlibatan dan dedikasi yang tinggi pula terhadap perusahaan mereka bekerja.

Jadi etos kerja mereka dapat dibuktikan dengan efisiensi dalam menggunakan waktu, fokus selama jam kerja, sangat menghargai waktu istirahat, memanfaatkan waktu liburan semaksimal mungkin pada saat musim panas, dan tidak mau terganggu dalam kehidupan pribadi.

Etos kerja orang Prancis yang lain adalah produktif. Pada saat bekerja, mereka sangat fokus dan terstruktur sehingga dapat menyelesaikan tugas dengan cepat tanpa harus membuang waktu.

Kedisiplinan ditunjukkan dengan datang ke kantor tepat waktu dan hasil pekerjaan memenuhi batas waktu yang telah disepakati. Rasa tanggung jawab dan akuntabilitas yang tinggi dibuktikan dengan menyelesaikan tugas dengan tuntas dan berani mengakui serta memperbaiki kesalahan pribadi tanpa menyalahkan orang lain.

Mereka juga mempunyai inisiatif yang tinggi tidak hanya menunggu perintah dari atasan tetapi juga aktip mencari solusi jika menemukan masalah atau hambatan dalam pekerjaan. Selalu berusaha memberikan standar yang maksimal dalam setiap tugas yang diberikan adalah pekerjaan yang menantang bagi mereka.

Mereka juga bersikap kolaboratif dan suportif serta mampu bekerja sama dengan rekan  satu tim untuk mencapai tujuan bersama.

Di samping itu, mereka mempunyai hak yang harus diberikan dari perusahaan tempat mereka bekerja. Tenaga kerja di Prancis memiliki jatah cuti tahunan yang sangat lama dan mereka sering menghabiskan waktu libur bersama keluarga baik di dalam negeri atau  ke luar negeri.

Mereka mempunyai masa liburan yang sangat panjang pada saat musim panas (les grandes vacances) yang berlangsung selama dua bulan penuh, dimulai pada awal Juli dan berakhir pada awal September.

Menurut undang-undang ketenaga kerjaan Prancis (Code du Travail), hak cuti tahunan dibayar (congés payés) bagi pekerja purna waktu adalah 30 hari kerja (setara dengan 5 minggu) dalam setahun.

Secara umum, kualitas hidup orang Prancis sangatlah bagus karena dilandasi oleh keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi (work-life balance). Mereka memiliki  sistem jaminan sosial yang kuat, dan memiliki budaya dan seni menikmati hidup yang rileks (art de vivre).

Oleh karena itu, secara umum tidaklah heran jika tingkat kesehatan mereka juga bagus. Di Prancis rata-rata harapan hidup mencapai sekitar 83 tahun, lebih bagus jika dibandingkan dengan negara-negara yang ada di sekitarnya. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda