Gubernur Mirza (kanan). | Dokumentasi
WARTALAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menjadi instrumen strategis untuk memutar roda ekonomi di tingkat desa. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Pelantikan Pengurus DPW Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Lampung Masa Bhakti 2025–2030 di Bandar Lampung beberapa hari lalu.
Menurut Gubernur Mirza, program MBG tidak boleh hanya sekadar menjadi program pemenuhan nutrisi bagi anak sekolah. Ia mendorong agar dapur-dapur MBG di seluruh wilayah Lampung bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terhubung langsung dengan ekosistem lokal.
“Jangan sampai dapur di desa mengambil suplai dari kota. Efek pemerataan tidak akan ketemu,” ujar Mirza dalam pidatonya.
Ia meminta agar seluruh operasional dapur MBG memanfaatkan potensi wilayah setempat dengan melibatkan petani lokal, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), koperasi, serta kelompok tani desa. Langkah ini dinilai krusial mengingat Lampung merupakan salah satu lumbung protein nasional, meskipun angka konsumsi protein masyarakatnya saat ini masih tergolong rendah.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 1.158 dapur MBG telah berdiri dan beroperasi di seluruh wilayah Provinsi Lampung. Program ini ditargetkan mampu mendongkrak kualitas gizi masyarakat, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta memperkuat daya saing generasi muda setempat.
Upaya hilirisasi ekonomi desa ini juga mendapat dukungan penuh dari Badan Gizi Nasional. Setiap Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) ditargetkan memiliki minimal 15 penyuplai (supplier) lokal. Regulasi ini diterapkan untuk memastikan perputaran modal terjadi di desa dan membantu pelaku UMKM naik kelas.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP Gapembi Alven Stony menyatakan bahwa kehadiran organisasi ini bukan semata-mata untuk urusan bisnis, melainkan bentuk pengabdian demi masa depan generasi bangsa.
Senada dengan Alven, Ketua Gapembi Lampung M. Muslih menegaskan komitmen jajarannya untuk mengawal ketat pelaksanaan MBG sebagai misi kemanusiaan guna menyongsong Indonesia Emas 2045. []

Tinggalkan Komentar Anda