Abdul Hakim
Wartalampung.id, Jakarta — Senator asal Lampung, Abdul Hakim, menyampaikan hasil serap aspirasi dan diskusi bersama para pakar ekonomi nasional terkait kondisi ekonomi Indonesia yang menghadapi tantangan serius, baik dari tekanan global, pelemahan daya beli masyarakat, ancaman pelebaran utang, maupun ketidakpastian geopolitik dunia.
Berdasarkan masukan para akademisi, praktisi, dan pengamat ekonomi, Pemerintah Presiden Prabowo Subianto didorong untuk segera mengambil langkah-langkah fundamental, terukur, dan berjangka panjang guna menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat fondasi pembangunan bangsa
Adapun beberapa rekomendasi strategis yang disampaikan antara lain:
Disiplin Fiskal dan Rasionalisasi Anggaran
Pemerintah perlu melakukan rasionalisasi belanja negara dengan fokus pada program prioritas yang berdampak langsung kepada rakyat, seperti penanganan stunting, pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi rakyat. Proyek-proyek non-prioritas perlu dievaluasi dan ditunda demi menjaga kesehatan fiskal negara.
Restorasi Independensi Lembaga Negara
Independensi lembaga strategis seperti Bank Indonesia, BPS, dan BPK harus dijaga dari kepentingan politik jangka pendek agar kredibilitas kebijakan ekonomi nasional tetap terpelihara.
Pemulihan Tata Kelola Pemerintahan (Good Governance)
Reformasi pemberantasan korupsi harus diperkuat. Pemerintah perlu mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum dan pengawasan negara sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi yang sehat.
Diversifikasi Struktur Ekonomi Nasional
Indonesia tidak boleh terus bergantung pada sektor ekstraktif dan komoditas mentah. Pemerintah didorong mempercepat hilirisasi dan pengembangan industri manufaktur bernilai tambah tinggi, termasuk tekstil, elektronik, pangan, kimia, dan ekonomi kreatif.
Reformasi Pendidikan Vokasi
Pendidikan dan pelatihan vokasi harus disesuaikan dengan kebutuhan industri nasional dan global melalui penguatan link and match, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta kualitas SDM unggul.
Pengelolaan Utang yang Prudent dan Berkelanjutan
Pemerintah perlu menghindari pembiayaan defisit secara berlebihan melalui ekspansi moneter yang berisiko memicu inflasi dan melemahkan nilai tukar rupiah.
Strategi Geo-Ekonomi Nasional
Indonesia harus cermat memanfaatkan dinamika BRICS, ASEAN, dan perubahan peta ekonomi global dengan tetap menjaga politik luar negeri bebas aktif dan kepentingan nasional.
Abdul Hakim menegaskan bahwa situasi global saat ini menuntut keberanian pemerintah untuk melakukan koreksi kebijakan secara cepat dan tepat.
“Bangsa ini memerlukan langkah-langkah fundamental, bukan sekadar kebijakan jangka pendek. Stabilitas ekonomi harus dijaga, tetapi pada saat yang sama fondasi kemandirian ekonomi nasional juga harus diperkuat demi masa depan rakyat Indonesia,” ujar Abdul Hakim.
Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan ekonomi nasional sangat ditentukan oleh kepercayaan publik, kepastian hukum, efektivitas birokrasi, serta keberpihakan nyata kepada sektor produktif rakyat.
“Momentum pemerintahan baru harus dijadikan titik konsolidasi nasional untuk memperkuat ekonomi, menjaga stabilitas sosial, dan menghadirkan keadilan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya. []

Tinggalkan Komentar Anda