Politik

Abdul Hakim Dorong Sekolah Petani Solusi Konkret Stagnasi Produktivitas

Abdul Hakim Dorong Sekolah Petani Solusi Konkret Stagnasi Produktivitas

Sekolah Petani

WARTALAMPUNG.ID, JATIAGUNG –  Anggota DPD RI asal daerah pemilihan Lampung, Abdul Hakim, menegaskan bahwa kemandirian ekonomi Provinsi Lampung sangat bergantung pada penguatan kapasitas SDM di sektor pertanian.

Dalam kegiatan resesnya di Kelompok Tani Margo Makmur, Desa Margo Agung, Kecamatan Jatiagung, Lamsel, Senin (4/5/2026), ia mendesak pemerintah untuk segera menginstitusikan Sekolah Petani sebagai solusi konkret atas stagnasi produktivitas dan rendahnya kesejahteraan petani saat ini.

Menurut Abdul Hakim, potensi lahan dan komoditas yang melimpah di Lampung belum mampu dikonversi menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan karena petani masih terjebak dalam pola tradisional dan minim akses teknologi.

“Kita tidak kekurangan lahan atau komoditas. Yang kurang adalah penguatan kapasitas petani. Sekolah petani adalah jawaban konkret, bukan sekadar wacana,” tegas Abdul Hakim.

Abdul Hakim menyoroti beberapa fakta kritis yang menghambat kemajuan sektor agraris di Lampung, di antaranya:

  1. Produktivitas yang belum optimal dan ketergantungan pada metode konvensional
  2. Lemahnya akses petani terhadap pasar modern dan teknologi terbaru
  3. Rendahnya nilai tambah karena hasil tani dijual dalam bentuk mentah (minim hilirisasi)

Jika kondisi ini dibiarkan, ia memperingatkan adanya risiko ketimpangan ekonomi desa yang semakin lebar serta ancaman krisis pangan di masa depan.

Senator Abdul Hakim mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk melakukan empat langkah nyata:

  1. Institusionalisasi Sekolah Petani. Membangun wadah belajar berbasis desa dengan metode learning by doing yang praktis.
  2. Integrasi Hulu ke Hilir. Pelatihan tidak boleh berhenti pada cara menanam, tetapi harus mencakup manajemen usaha, pengolahan hasil (hilirisasi), hingga digitalisasi pemasaran.
  3. Pendampingan Berkelanjutan. Program tidak boleh bersifat seremonial, melainkan harus dikawal dalam jangka panjang hingga berdampak nyata.
  4. Regenerasi Petani Muda. Menarik minat generasi milenial dan Gen Z melalui inovasi teknologi pertanian modern.

Abdul Hakim mengingatkan bahwa investasi pada kapasitas petani adalah investasi pada kedaulatan ekonomi daerah. Tanpa intervensi serius, Lampung berisiko terjebak dalam produksi rendah dan ketergantungan pasar yang tinggi.

“Jika petani tidak kita kuatkan hari ini, maka kita sedang menunda krisis pangan dan memperlemah kedaulatan ekonomi kita sendiri,” pungkasnya. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda