Jalan sehat perayaan setahun Tejo. | M Reza
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Komunitas Tejo (Teman Joging) menjadi salah satu kelompok olahraga yang menghadirkan konsep berbeda dalam aktivitas lari santai di tengah masyarakat.
Berawal dari kebiasaan joging biasa, komunitas merupakan sebuah grup yang solid dengan jumlah anggota sekitar 20 orang yang rutin berolahraga bersama setiap minggunya.
Komunitas ini juga menggelar acara HUT ke-1 Tejo yang diadakan di Kantor Ombudsman Perwakilan Lampung, Ahad, 26 April 2026.
Puluhan peserta melakukan joging bersama mulai pukul 06.30 WIB.
Namun, tidak seperti joging pada umumnya yang memilih rute jalan besar atau area publik tertentu, Tejo justru menghadirkan pengalaman unik dengan menyusuri gang-gang kecil dan jalanan sempit di perumahan warga.
Konsep blusukan inilah yang menjadi ciri khas sekaligus daya tarik tersendiri.
Melalui rute-rute tersebut para peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga dapat melihat kehidupan masyarakat dari dekat. Mereka menyaksikan aktivitas warga, suasana lingkungan, hingga sudut-sudut kota yang jarang tersentuh.
Pengalaman ini memberikan perspektif berbeda tentang kota, menjadikan joging bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga perjalanan sosial yang bermakna.
Seiring waktu, kebersamaan menjadi nilai utama yang terus dijaga dalam komunitas Tejo.
Para anggota sepakat bahwa kenyamanan dan keseruan adalah kunci agar kegiatan ini tetap berjalan konsisten. Tidak ada tekanan untuk berlari cepat atau kompetitif, melainkan fokus pada kesehatan dan kebersamaan.
Komunitas ini juga menjadi wadah untuk saling menguatkan satu sama lain. Anggota Tejo saling mengingatkan untuk tetap aktif, terutama saat rasa malas atau bosan mulai muncul. Dengan berolahraga secara bersama-sama, semangat untuk hidup sehat dapat terus terjaga.
“Kami ingin tetap konsisten. Rasa malas dan bosan pasti ada, tapi justru dengan kebersamaan ini kami bisa saling mengingatkan,” kata Juwendra Asdiansyah, inisiator Tejo.
Tidak hanya berhenti pada aktivitas joging, kebersamaan dalam komunitas Tejo juga terlihat dari kebiasaan mereka setelah berolahraga.
Para anggota biasanya melanjutkan kegiatan dengan makan bersama, yang menjadi momen santai untuk berbagi cerita, mempererat hubungan, dan menikmati hasil dari aktivitas fisik yang telah dilakukan.
Kehangatan inilah yang membuat Tejo bukan sekadar komunitas olahraga, melainkan juga ruang pertemanan dan kebersamaan. Dengan konsep unik, Tejo terus tumbuh sebagai komunitas yang menginspirasi gaya hidup sehat sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Ia juga berharap dapat terus menjaga konsistensi dan semangat kebersamaan, sehingga semakin banyak orang yang tergerak untuk merasakan manfaat dari joging yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi menjalin silaturahmi.
Juwendra menambahkan Tejo memiliki semboyan: joging secukupnya. “Olahraga semampunya. Sehat hingga lansia. Silaturahmi sepanjang usia”. [Anggi Dwi Raharti]

Tinggalkan Komentar Anda