Tulang Bawang

Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Borong Gelar Pemilihan Muli Mekhanai Tulangbawang 2026

Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Borong Gelar Pemilihan Muli Mekhanai Tulangbawang 2026

Amir Pasha

WARTALAMPUNG.ID,  TULANGBAWANG – Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat daerah.

Kali ini, delegasi Duta Universitas Teknokrat Indonesia sukses meraih penghargaan dalam ajang bergengsi Pemilihan Muli Mekhanai Kabupaten Tulangbawang yang puncaknya digelar baru-baru ini.

Dua duta mahasiswa terbaik Universitas Teknokrat Indonesia berhasil menyisihkan puluhan peserta lainnya dan membawa pulang gelar juara, yaitu Emir Pasha, mahasiswa Program Studi S1 Manajemen sebagai 3rd Runner Up Mekhanai Kabupaten Tulangbawang; dan Alzahra Yuovita dari Program S1 Studi Sistem Informasi sebagai Muli Pendidikan Kabupaten Tulangbawang.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata kualitas pembinaan mahasiswa di lingkungan Universitas Teknokrat Indonesia, tidak hanya dalam bidang akademik dan teknologi, tetapi juga dalam pengembangan karakter, budaya, dan pengabdian masyarakat.

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., MM., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi para mahasiswa dan tim dosen pembimbing. Dalam keterangannya, beliau menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk menjadi pionir perubahan di masyarakat.

“Prestasi ini adalah buah dari kerja keras dan kepercayaan diri. Kami selalu mendorong mahasiswa Teknokrat untuk tidak hanya unggul di dalam kelas, tetapi juga mampu berkontribusi dan bersinar di tengah masyarakat. Jadilah sosok yang menginspirasi dan teruslah memberikan yang terbaik untuk daerah dan bangsa,” ujar  Mahathir.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari bimbingan intensif tim dosen Masnia Rahayu, S.S., M.Hum., Muhammad Fithratullah, S.S., M.A., Ade Dwi Putra, S.Kom., M.Kom. dan Monica Septiani, S.Ikom., M.B.A. serta dukungan penuh dari jajaran Rektor dan Yayasan Pendidikan Teknokrat.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Auliya Rahman Isnain, M.Cs., menambahkan bahwa pihak universitas akan terus berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi bakat dan minat mereka melalui berbagai kompetisi positif.

Dengan hasil ini, Universitas Teknokrat Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai “Kampusnya Juara” yang konsisten mencetak generasi muda berprestasi di berbagai ini.

Prestasi mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dalam ajang Pemilihan Muli Mekhanai Kabupaten Tulangbawang ini memiliki keterkaitan erat dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Alzahra Yuovita

Berikut adalah analisis keterkaitannya:

1. SDGs Poin 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)

Pencapaian ini adalah manifestasi langsung dari pendidikan yang komprehensif. Universitas Teknokrat Indonesia menunjukkan bahwa institusi pendidikan tidak hanya fokus pada literasi digital dan akademik, tetapi juga pada pengembangan soft skills dan penguasaan budaya. Gelar “Muli Pendidikan” yang diraih Alzahra Yuovita secara spesifik mendukung target peningkatan jumlah pemuda yang memiliki keterampilan relevan untuk pengembangan diri dan promosi budaya lokal melalui jalur edukasi.

2. SDGs Poin 5: Kesetaraan Gender (Gender Equality)

Keberhasilan Emir Pasha dan Alzahra Yuovita menunjukkan adanya kesempatan yang setara bagi mahasiswa laki-laki dan perempuan untuk tampil sebagai pemimpin dan representasi daerah. Partisipasi aktif dalam ajang Muli Mekhanai mendorong kepemimpinan perempuan (melalui kategori Muli) dan memberikan ruang bagi pemuda untuk menjadi agen perubahan tanpa hambatan gender.

3. SDGs Poin 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth)

Duta kampus yang terpilih dalam ajang seperti ini biasanya dipersiapkan untuk menjadi duta pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal ini berkaitan dengan target SDGs untuk mempromosikan budaya lokal dan produk-produk daerah. Kemampuan karakter yang dibangun melalui bimbingan dosen (seperti manajemen dan sistem informasi) juga meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja global.

4. SDGs Poin 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities)

Ajang Muli Mekhanai bertujuan untuk melestarikan warisan budaya daerah. Dengan terlibatnya mahasiswa dalam pelestarian budaya Tulangbawang, Universitas Teknokrat Indonesia berkontribusi pada target SDGs untuk melindungi dan menjaga warisan budaya dan alam dunia melalui penguatan identitas lokal di tengah arus modernisasi.

5. SDGs Poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)

Kolaborasi antara institusi pendidikan (Universitas Teknokrat), pemerintah daerah (Kabupaten Tulangbawang), dan komunitas budaya dalam ajang ini mencerminkan pentingnya sinergi lintas sektor.

Dukungan penuh dari Yayasan Pendidikan Teknokrat dan bimbingan tim dosen merupakan bentuk kerja sama internal yang mendukung pencapaian prestasi di tingkat eksternal.

Daftar Teknokrat pada https://spmb.teknokrat.ac.id/. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda