Bandar Lampung

Mahasiswa Bahasa Prancis FKIP Unila Denish Vianka Putra Juara I Muli Mekhanai Tulangbawang 2026

Mahasiswa Bahasa Prancis FKIP Unila Denish Vianka Putra Juara I Muli Mekhanai Tulangbawang 2026

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kabar membanggakan datang dari Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung.

Salah satu mahasiswanya berhasil mencuri perhatian lewat prestasi di ajang Duta Pariwisata Muli Mekhanai 2026 Kabupaten Tulangbawang, Provinsi Lampung.

Raden Denish Vianka Putra, atau Denish, mahasiswa angkatan 2025, meraih juara I sekaligus dinobatkan sebagai Mekhanai Kabupaten Tulangbawang 2026.

Saat ini, ia juga menjabat sebagai Wakil II Mekhanai Universitas Lampung, menjadikannya sosok berprestasi yang aktif sebagai duta kampus dan ikon daerah, khususnya Tulangbawang.

Grand Final Muli Mekhanai 2026 digelar Selasa, 8 April 2026 di Gedung Serbaguna (GSG) Menggala, dihadiri perwakilan pimpinan DPRD M. Renaldo, Ketua IKAD DPRD Tulangbawang Repiyana Alisan, Ketua TP PKK Herlinawati Qudrotul, Ketua DWP Sekretariat DPRD Evi Daryanti Andi, serta pejabat Pemerintah Kabupaten Tulangbawang.

Kegiatan ini merupakan puncak seleksi muda-mudi terbaik yang dipersiapkan sebagai wajah promosi pariwisata, budaya, dan kearifan lokal Tulangbawang.

Di balik pencapaiannya, Denish mendapat dukungan penuh dari orang tua dan pihak kampus, termasuk Kaprodi Pendidikan Bahasa Prancis Unila Setia Rini.

“Support itu kunci buat saya bisa membagi waktu dan mencapai semua ini,” ujarnya.

Ia mengaku sempat gugup dan overthinking menjelang pengumuman.

“Deg-degan pasti, apalagi kita nggak tahu hasilnya seperti apa. Tapi alhamdulillah, setelah diumumkan saya merasa lega karena berhasil meraih hasil dari usaha selama 3 hari karantina,” katanya.

Selama karantina 6–8 April 2026, Denish mengikuti berbagai tahapan, mulai dari tes tertulis, wawancara, talent show, hingga grand final.

Ia juga mendapat pembekalan, seperti perawatan diri, peran Muli Mekhanai, serta city tour ke destinasi unggulan seperti Cakat Nyenyek dan Tangga Raja.

Keikutsertaannya didorong keinginan mendalami dunia duta sekaligus mengukur kemampuan diri dalam kompetisi pageant. Latar belakangnya sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis menjadi nilai tambah, bahkan ia sempat menggunakan bahasa Prancis saat pidato di panggung.

“Bahasa Prancis jadi keunikan tersendiri dan ternyata bisa jadi nilai plus,” ungkapnya.

Denish pun berpesan kepada mahasiswa lain agar tetap berprestasi tanpa mengabaikan akademik. Menurutnya, kunci utamanya adalah manajemen waktu, adaptasi, serta keberanian berkorban untuk mencapai tujuan.

“To achieve something, you must give it your all, karena setiap hasil pasti butuh pengorbanan,” tutupnya.

Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa mampu berkembang di berbagai bidang dengan tekad, dukungan, dan keberanian untuk mencoba. [Inara]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda