Abdul Hakim serap aspirasi di Desa Tamanasri, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Purbolinggo – Anggota Komite IV Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Abdul Hakim menyebut angka kemiskinan di Lampung yang mencapai 12 persen. Angka ini naik dari tahun 2019.
Abdul Hakim menyampaikan itu saat serap aspirasi dan dialog dengan warga Desa Tamanasri, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur, Ahad, 18 April 2021.
Dialog dilaksanakan untuk penyerapan aspirasi masyarakat dan daerah dalam masa reses.
Abdul Hakim mengatakan, dampak Covid 19 ini adanya kefokusan pada penanganan sektor kesehatan dan dampak sosial melalui BLT.
Abdul Hakim mengatakan, 52 persen dana desa disalurkan untuk penangan covid tersebut. Ini berimbas pada berkurangnya jatah pembangunan dan pengembangan desa. Akibatnya, laju perkembangan desa agak terhenti.
Abdul Hakim mengatakan, percepatan pembangunan desa tak boleh berhenti. Kenaikan angka kemiskinan, kata dia, bertolak belakang dengan misi komitmen kita dengan PBB melalui SDGs. Yakni, tidak ada warga yang miskin di desa.
“Tapi inilah komitmen yang harus diwujudkan karena merupakan amanat konstitusi,” kata dia.
“Desa harus mengoptimalkan sumber pendanaan yang lain bukan hanya pendapatan dari reguler APBN ataupun APD tetapi melalui akses yang bisa memberikan dukungan pembiayaan,'” kata Abdul Hakim.
Senada dengan itu, Kepala Desa Tamanasri Lekatdulah Adi Putra menambahkan, desa ini berbatasan langsung dengan kecamatan.
Kata dia, desanya mungkin masih memiliki kekurangan tetapi dengan kekurangan inilah pihaknya yakin bisa menjadi kekuatan untuk memakmurkan warganya.
Erwin Syarif dari Yayasan Desa Emas, menambahkan, Desa Emas ingin mewujudkan cita-cita republik ini yaitu menjadikan desa menjadi corong atau gerbang pembangunan bangsa. []
