Abdul Hakim di Desa Totomulyo, Way Bungur, Lampung Timur. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Way Bungur – Anggota Komite IV Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Abdul Hakim meminta aparatur Desa Totomulyo di Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, optimal mengelola dana desa.
Jika bisa dioptimalkan, kesejahteraan masyarakat akan cepat terealisasi. Ini dikatakan Abdul Hakim saat melaksanakan dialog dan penyerapan aspirasi masyarakat di desa setempat, Ahad, 18 April 2021.
Abdul Hakim didampingi tim ahli dan Yayasan Desa Emas Provinsi Lampung. Hal ini dilakukan dalam rangka menjalankan amanah sebagai penyambung lidah rakyat dan mendengarkan secara langsung dari konstituen.
Abdul Hakim mengatakan, secara umum tugas DPD RI sama dengan DPR RI tapi terkhusus adalah lebih ke pengawasan di daerah. Sebab itu, desa merupakan objek penting yang harus diawasi sehingga diharapkan ada perubahan di desa.
Desa, kata Abdul Hakim, menjadi objek pembangunan negeri dengan konsekuensinya menganggarkan langsung dana desa dari APBN. Dengan harapan, aparatur dan warga desa bisa berembuk bersama sehingga punya RPJM, rencana pembangunan tahunan.
Desa, kata dia, dibebaskan untuk membangun desa sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada. Sejak 2015 pembiayaan melalui APBN mungkin saja ada desa yang melakukan pelompatan dengan kreativitasnya untuk memajukan desa mengoptimalkan sumbernya demi kesejahteraan masyarakat.
Abdul Hakim mengatakan, pemimpin desa sebenarnya ujung tombak untuk kemajuan desa. Semakin kreatif dan inovatif, semakin cepat melesatkan kemajuan desa.
Senada dengan itu, Kepala Desa Totomulyo Purwo Jatmiko menambahkan, pihaknya menyambut baik siapa saja yang ingin berkunjung ke desa ini. Pihaknya meyakini , akan ada hasil yang dibawa dari pertemuan ini.
Aep Susanto dari Yayasan Desa Emas, menambahkan, bangsa ini tidak akan bisa berubah jika warganya tidak mau berubah.
Begitu pula desa banyak potensi desa yang kadang tidak cermat memandangnya. Aep bilang, potensi desa bisa digali kemudian gotong royong masyarakat bisa bergerak.
“Kami yakin desa akan maju secara signifikan,” kata Aep Susanto. []
