Bandar Lampung

Wakil Ketua Aptisi Pusat Tekankan Pentingnya Investasi Karakter untuk Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia

Wakil Ketua Aptisi Pusat Tekankan Pentingnya Investasi Karakter untuk Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia

Suyanto dan M Budi Djatmiko. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Wakil Ketua Aptisi Pusat Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc. yang juga Rektor Tantri Abeng University mengisi kuliah umum kemarin di Auditorium Universitas Teknokrat Indonesia, Kampus Terbaik di Lampung.

Mahasiswa penerima KIP Universitas Teknokrat Indonesia dari semua angkatan mengikuti kuliah umum ini.

Suyanto mengatakan, di era digital yang penuh tekanan dan tuntutan akan kesuksesan instan, mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) diajak untuk kembali menengok fondasi paling dasar dalam kehidupan profesional: etika dan moral.

Berdiri di hadapan ratusan mahasiswa yang antusias, Suyanto menegaskan bahwa kecerdasan otak semata tidak akan cukup untuk menembus kerasnya persaingan dunia kerja jika tidak dibarengi dengan integritas.

Menurutnya, kesuksesan sejati adalah buah dari karakter yang kuat, yang dibangun melalui kejujuran, tanggung jawab, serta kemampuan mengendalikan diri.

Ia menekankan bahwa orang yang jujur dan hidup bersahaja justru lebih mudah mendapatkan kepercayaan, dan kepercayaan itulah yang nantinya akan membuka pintu-pintu peluang yang tidak terduga.

Suyanto menjelaskan, di era kompetitif dan penuh tekanan, pengendalian diri, kesederhanaan, kejujuran, dan tanggung jawab justru menjadi nilai yang paling menentukan.

“Sukses bukan hanya soal pintar atau berprestasi, tetapi soal karakter. Orang yang bisa mengendalikan diri, hidup sederhana, jujur, dan bertanggung jawab, akan lebih mudah dipercaya dan dibuka pintu kesuksesannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suyanto memberikan kritik tajam terhadap fenomena gaya hidup konsumtif dan pencitraan semu yang kini menjamur di media sosial.

Ia memperingatkan mahasiswa agar tidak terjebak pada bayang-bayang kesuksesan orang lain di dunia maya yang sering kali terlihat indah namun sebenarnya rapuh secara mental dan finansial.

Baginya, perguruan tinggi harus menjalankan peran lebih dari sekadar pabrik ilmu pengetahuan; kampus harus menjadi kawah candradimuka yang menempa karakter mahasiswa agar memiliki “akar” yang kuat sehingga tidak mudah tumbang saat menghadapi badai tekanan di masa depan.

“Di dunia maya, banyak yang terlihat sukses, padahal hidupnya rapuh karena tidak dibangun di atas dasar etika dan tanggung jawab. Perguruan tinggi harus menjadi tempat membentuk karakter, bukan hanya mengisi otak dengan ilmu,” katanya.

Kehadiran Suyanto ini disambut baik oleh Rektor dan pimpinan Universitas Teknokrat Indonesia sebagai suntikan motivasi bagi seluruh civitas akademika.

Diskusi ini seolah menjadi pengingat bagi para calon profesional muda bahwa gelar sarjana memang bisa membawa mereka ke sebuah wawancara kerja, namun integritas dan moralitaslah yang akan menentukan seberapa jauh mereka akan melangkah dan seberapa besar dampak yang bisa mereka berikan bagi masyarakat.

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr HM Nasrullah Yusuf mendampingi selama kuliah umum yang diisi Ketua Aptisi Pusat. Prof. Dr. Ir. H. M Budi Djatmiko, M.Si., M.E.I.; Rektor Universitas Raharja, Tangerang/Wakil Ketua Aptisi Pusat Dr. Drs. Po Abas Sunarya, M.Si.; Rektor Tantri Abeng University/Wakil Ketua Aptisi Pusat Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc.; Rektor Universitas Panca Sakti Bekasi/Wakil Sekretaris Jenderal Aptisi Zaharuddin, S.E., M.M., Ph.D., Rektor Universitas Islam An-Nur Lampung Dr. H. Andi Warisno, M.Pd; Executive General Manager (EGM) Kantorpos Lampung Rudi Rinaldi. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda