Sulistiani (tengah).
Wartalampung.id, Kemiling – Silaturahmi antara anggota DPRD Bandar Lampung Sulistiani dan anggota Serikat Pengemudi Daring (Speed) Kota Bandar Lampung berlangsung hangat dalam agenda pengajian, dialog aspirasi, serta peluncuran shelter pengemudi di Sanggar Tunas Kemiling, Jumat sore (9/1/2026).
Kegiatan ini dihadiri puluhan anggota Speed se-Bandar Lampung sebagai bentuk penguatan ukhuwah dan kepedulian terhadap kesejahteraan pengemudi ojek daring.
Acara diawali dengan pengajian yang disampaikan oleh Ustaz Edison, yang menekankan pentingnya menjaga nilai keikhlasan, persaudaraan, dan etos kerja dalam menjalani profesi.
Pengajian ini menjadi ruang penyegaran spiritual bagi para pengemudi sebelum memasuki sesi dialog dan peresmian fasilitas shelter.
Dalam sambutannya, Sulistiani menyampaikan apresiasi atas kekompakan komunitas Speed serta komitmennya untuk terus hadir mendengar aspirasi para pengemudi daring.
“Silaturahmi seperti ini penting agar kita saling menguatkan. Pengemudi ojol adalah pejuang keluarga, sudah sepatutnya mendapat perhatian dan kemudahan dalam bekerja,” ujarnya.
Momentum utama kegiatan ini ditandai dengan peluncuran shelter Speed, yang disiapkan sebagai tempat istirahat sekaligus fasilitas pengisian baterai ponsel bagi pengemudi ojek daring.
Shelter ini diharapkan dapat membantu pengemudi tetap produktif dan aman saat menunggu order, khususnya di wilayah Kemiling dan sekitarnya.
Ketua Speed Koordinator Daerah Bandar Lampung, May Susilawati, menyambut baik inisiatif tersebut.
Ia menyampaikan bahwa kehadiran shelter sangat dibutuhkan oleh pengemudi di lapangan.
“Shelter ini bukan hanya tempat ngecas HP, tapi juga ruang aman untuk rehat dan bersilaturahmi antar-driver. Terima kasih atas kepedulian yang nyata untuk kami,” ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua DPC PKS Kemiling Sokhibi dan Kabid Ketenagakerjaan DPD PKS Bandar Lampung Suhendra.
Suhendra menegaskan bahwa dialog dengan pengemudi daring akan terus diperkuat.
“Aspirasi para pengemudi menjadi perhatian serius. Ke depan, kami ingin ada lebih banyak program yang langsung menyentuh kebutuhan pekerja sektor informal,” katanya.
Kegiatan silaturahmi ini ditutup dengan dialog terbuka dan doa bersama, mencerminkan semangat kolaborasi antara tokoh masyarakat, komunitas pengemudi daring, dan unsur partai.
Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai ikhtiar menghadirkan solusi nyata dan meningkatkan kesejahteraan pengemudi ojek daring di Kota Bandar Lampung. []

Tinggalkan Komentar Anda