Raker SMAIT Fitrah Insani. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – SMAIT Fitrah Insani menggelar rapat kerja (raker) guru selama tiga hari, 17–19 Desember 2025, sebagai bagian dari persiapan menyambut semester genap Tahun Ajaran 2025/2026.
Kegiatan ini dirancang sebagai forum evaluasi, perencanaan, dan pembekalan guru guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengelolaan program sekolah.
Salah satu agenda utama raker adalah pelatihan guru bertema pembelajaran berkedalaman yang menghadirkan pembicara Syaiful Anwar
Pelatihan dilaksanakan pada Rabu, 17 Desember 2025, dalam dua sesi intensif dan diikuti oleh seluruh guru SMAIT Fitrah Insani.
Dalam pemaparannya, Syaiful Anwar menekankan bahwa konsep deep learning tidak sekadar berbicara tentang metode mengajar, tetapi tentang bagaimana guru mampu menghadirkan proses belajar yang bermakna, kontekstual, dan mendorong siswa untuk berpikir kritis, reflektif, serta memiliki karakter yang kuat.
“Pembelajaran yang baik bukan hanya soal siswa memahami materi, melainkan bagaimana mereka mampu mengaitkan ilmu dengan kehidupan nyata, memiliki rasa ingin tahu, dan tumbuh sebagai pembelajar sepanjang hayat,” ujar Syaiful Anwar.
Kepala Sekolah Riandy Pratama menyampaikan bahwa pelaksanaan raker selama tiga hari ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, memperkuat komitmen guru, serta mempersiapkan strategi pembelajaran yang lebih terarah.
“Rapat kerja ini kami rancang tidak hanya sebagai agenda rutin, tetapi sebagai ruang refleksi dan penguatan kualitas guru. Melalui pembekalan seperti materi deep learning, kami ingin para guru memiliki pemahaman yang sama bahwa pembelajaran harus terus berkembang, relevan dengan zaman, dan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam,” ungkap Riandy Pratama.
Ia menambahkan, raker ini juga bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program semester ganjil sekaligus menyusun perencanaan semester genap secara lebih matang.
“Selama tiga hari, guru tidak hanya membahas teknis pembelajaran, tetapi juga program strategis sekolah seperti MPLS, program keislaman, persiapan wisuda, hingga pendampingan siswa menuju perguruan tinggi. Harapannya, para guru mendapatkan bekal yang utuh, baik secara profesional, pedagogis, maupun spiritual, sehingga mampu memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi peserta didik,” lanjutnya.
Menurut dia, kehadiran narasumber eksternal seperti Syaiful Anwar merupakan bentuk keseriusan sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru dan membuka ruang belajar yang lebih luas.
Raker diharapkan mampu menghasilkan rumusan program dan strategi pembelajaran yang berdampak nyata, serta memperkuat peran guru sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan bagi siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan ke depan. [Desliyani Natalia]

Tinggalkan Komentar Anda