Wartalampung.id, Bandar Lampung – Puluhan tokoh dan pegiat masyarakat menghadiri acara “Kongko Akhir Tahun & Reuni Duajurai ++, digelar di Nuwono Tasya, 16 Desember 2025, dalam rangka reuni dan syukuran buku Pengadilan Orang Baik karya Juwendra Asdiansyah.
Sekitar 35 peserta diperkirakan hadir dalam kegiatan ini, mulai berasal dari beragam latar belakang, mulai dari akademisi, jurnalis senior, pegiat media, aktivis lingkungan, hingga pegiat isu layanan publik.
Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Admi Syarif, Mulyono, Juwendra Asdiansyah, Imelda Astari, Nur Rakhman Yusuf, Hasan Basri, Umar Robani, Nyoman Suartana, dan Rizani Ahmad dari Mitra Bentala.
Selain itu, hadir pula sejumlah nama lain yang selama ini dikenal aktif dalam dunia media, advokasi sosial, dan gerakan masyarakat sipil di Lampung.
Kehadiran para tokoh ini mencerminkan kuatnya jejaring lintas sektor yang terbangun melalui reuni Duajurai++, yang sejak lama menjadi ruang diskusi dan pertukaran gagasan mengenai isu-isu publik.
Reuni Duajurai ++ tidak hanya menjadi ajang silaturahmi akhir tahun, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama mengenai peran media massa di tengah perubahan ekosistem informasi.
Di tengah dominasi media sosial dan platform digital, media massa dinilai tetap memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi, verifikasi fakta, serta keberpihakan pada kepentingan publik.
Syukuran buku Pengadilan Orang Baik karya Juwendra Asdiansyah menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut.
Buku ini mengangkat refleksi kritis tentang keadilan, kekuasaan, dan bagaimana suara publik sering kali diposisikan dalam dinamika hukum dan media.
Tema tersebut relevan dengan latar belakang para tamu yang selama ini berkecimpung di dunia jurnalistik, advokasi kebijakan, dan gerakan sosial.
Acara reuni ini juga dimeriahkan dengan hiburan musik keroncong modern bertajuk “Bela Budaya Nusantara”, yang menghadirkan nuansa budaya sekaligus memperkuat suasana kebersamaan.
Suasana santai dan penuh keakraban, para tamu memanfaatkan momen tersebut untuk berbincang, bertukar cerita, serta berdiskusi ringan seputar media massa dan isu-isu publik, sembari menikmati hiburan musik keroncong modern Bela Budaya Nusantara. [[Anggi Dwi Raharti]

Tinggalkan Komentar Anda