Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (dua kanan) dan Nasrullah Yusuf (dua kiri) meninjau Masjid Agung Al Hijrah Kota Baru. | Dokumentasi Teknokrat
SEJAK Masjid Agung Al Hijrah di Kota Baru, Lampung Selatan, mulai dilanjutkan pengerjaannya, saya mengikuti lumayan mendalam. Musababnya, Penjabat Gubernur Samsudin akhir tahun lalu menerbitkan surat memandatkan kepada Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf sebagai ketua badan pengelolanya.
Karena Teknokrat dan media yang saya kelola bermitra, walhasil beberapa kali kegiatan Nasrullah di masjid itu, saya hadir. Sering bahkan.
Lokasi masjid itu jika dirujuk dari pusat Kota Bandar Lampung memang kelip juga. Jauh. Saya jalan dari Kelurahan Kebonjeruk ke Masjid Al Hijrah, kurang lebih sejam naik motor.
Lokasi masjid juga sepi sekali. Jalan ke sana memang lumayan bagus. Tapi kiri kanan jalan menuju titik itu sepi. Kebun banyak. Ada juga beberapa perumahan, tapi dari keramaian ke lokasi masjid memang masih sepi.
Teman saya di wartalampung.id, Sugiono namanya, sering dipanggil Nonot, dan juga aktif di Jamaah Tablig (Jaulah), suatu waktu liputan ke sana. Habis itu dia bilang ke saya.
”Bang, jauh bener lokasi masjid itu. Kira-kira siapalah ya bang mau memakmurkan masjid.”
Saya kala itu diam saja. Tidak membenarkan, tidak pula membantah.
Tapi yang saya salut, Pak Nasrullah bersedia menjadi ketua badan pengelola. Namanya ketua dan objek yang ia kelola adalah bangunan, sudah tentu mau diteruskan. Alhamdulillah, hanya dalam hitungan bulan, masjid makin kelihatan bentuknya.
Kubahnya sudah jadi. Kamar mandi dan tempat wudu sudah jadi. Ruang tunggu tamu versi VIP bagus dan nyaman. Demikian juga dengan ruang istirahat imam bagus dan mentereng.
Lapisan ruang ibadah utama juga sudah bisa digunakan. Puluhan kali sudah salat jumat digelar di sana.
Pak Nasrullah mengerahkan dosen dan mahasiswa untuk bantu. Mereka yang sedang praktik kerja lapangan, dimintanya ke masjid. Anak teknik bantu tukang teruskan pembangunan. Yang anak elektro diminta bantu mengelola instalasi listrik.
Bulevar juga dibikin bagus. Supaya makin cantik, lampu-lampu di jalan utama mengarah ke masjid, dipasang dan berkekuatan tenaga surya. Keren.
Karena sudah keren begitu, akhirnya banyak yang tahu. Masyarakat mulai aktif salat di sana. Para tukang saban masuk azan salat wajib, berhenti kerja dan salat berjemaah.
Beberapa bulan lalu ormas Salimah Lampung Selatan bahkan bikin ajang tablig akbar dengan mendatangkan artis Ibu Kota Astri Ivo. Ramai yang hadir. Dan puncaknya tentu saja Ijtimak Ulama Tablig Akbar Indonesia Berdoa 2025 yang baru lewat, 28 sampai 30 November 2025.’
Kepada teman saya Nonot tadi, saya buka omongan yang lampau.
”Not, kamu ingat waktu awal Masjid Al Hijrah dilanjutkan Pak Nasrullah. Kamu bilang siapalah ya yang mau memakmurkan. Nah sekarang, kamu dan keluarga Jamaah Tablig sedunia bahkan yang akan ke sana.”
Saya dan Nonot tertawa. Ingat omongan beberapa bulan lalu. Ternyata hikmah ditunjuknya Pak Nasrullah berimbas positif terhadap pembangunan masjid.
Si empunya ide mantan Gubernur Komjen Pol Sjachroedin ZP juga beberapa kali ke sini. Ia senang masjid dan kompleks Kota Baru yang dahulu ia inisiasi sekarang diteruskan pembangunannya. Setidaknya Masjid Al Hijrah-nya sudah diteruskan pembangunannya.
Mahathir Muhammad, anak kandung Pak Nasrullah, yang juga adik kelas semasa di SMAN 2 Bandar Lampung, bisik-bisik bilang, ayahnya jor-joran teruskan pembangunan. Saya hakulyakin, miliaran rupiah dari rekening pribadi sudah menjadi catatan jariah Pak Nasrullah di masjid itu. Insya Allah. Aamin ya rabbal alamin.
Masjid yang dahulu dianggap terlalu jauh dan bakal sepi, ternyata tidak demikian. Masjid makin bagus, makin keren, jamaah semakin banyak. Banyaknya enggak kira-kira lagi. Sekali tumpah, langsung puluhan ribu orang.
”Mungkin itu berkahnya pembangunan masjid diteruskan sama Pak Nasrul, ya, Bang.” Demikian kata Nonot kepada saya. Saya mengangguk saja.
Semoga Masjid Agung Al Hijrah ini makin makmur dan berdampak bagi umat muslim sedunia. Buat Pak Nasrul, selamat melanjutkan pembangunan masjidnya supaya makin keren, makin makmur, dan boleh jadi makin viral. [ADIAN SAPUTRA]

Tinggalkan Komentar Anda