Mahasiswa Lampung galang dana. | Dandy HR
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Bencana banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara pada akhir November 2025 memicu gerakan solidaritas luas dari berbagai pihak.
Di Lampung, mahasiswa menjadi salah satu kelompok yang paling cepat bergerak.
Salah satu penggeraknya adalah Muafa Ichsan Taufiq, mahasiswa Teknik Lingkungan Unila sekaligus dari Komunitas Jejama, yang menjadi penanggung jawab penggalangan dana di lampu merah Bypass Sukarame, salah satu titik paling ramai dalam aksi tersebut.
Muafa menjelaskan ide penggalangan dana muncul dari rasa kemanusiaan dan tanggung jawab moral.
Baginya, melihat dampak masif banjir di tiga provinsi sekaligus dengan jumlah korban meninggal mencapai 442 hingga 604 jiwa, serta 402 hingga 464 korban hilang.
Informasi mengenai kondisi bencana mereka peroleh dari berbagai sumber terpercaya, mulai dari media sosial, portal berita nasional, hingga laporan langsung mahasiswa dan relawan yang berada di lokasi.
Data tersebut menggambarkan situasi yang sangat memprihatinkan. Ribuan warga mengungsi, rumah hanyut, jembatan rusak, dan banyak akses yang belum bisa dilalui tim SAR.
Aksi donasi yang digagas mahasiswa Lampung ini menjadi salah satu bentuk solidaritas terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
“Kolaborasi ini bukti bahwa ketika kemanusiaan memanggil, perbedaan kampus bukanlah hambatan. Semua mahasiswa bersatu dalam satu tujuan,” ujarnya saat diwawancarai.
Ia juga menekankan aksi mereka bukan sekadar pengumpulan uang, tetapi juga bentuk edukasi sosial agar generasi muda tidak apatis terhadap bencana yang terjadi di Tanah Air. [Dandy HR]

Tinggalkan Komentar Anda