Bisnis

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila Praktik Table Manner di Swiss-Belhotel

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila Praktik Table Manner di Swiss-Belhotel

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila praktik table manner di Swiss-Belhotel. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sebanyak 31 mahasiswa semester V Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila melakukan praktik table manner di Swiss- Belhotel, Jalan Rasuna Said Nomor 18 Bandar Lampung.

Acara berlangsung pukul 13.00 samapai pukul 18.00 WIB. Acara dibuka General Manager Agung Anto Wibowo. Untuk praktik table manner dipandu Hilman Varliana, Manager  Food and Beverage.

Table manner tersebut sebagai salah satu perwujutan  praktik yang lakukan oleh para mahasiswa pada mata kuliah ”Hotelerie et de la Restauration” dengan poin  4 SKS.

Mereka sadar bahwa praktik table manner berguna untuk meningkatkan kepercayaan diri, profesionalisme, dan kemampuan bersosialisasi karena table manner mencakup etiket makan internasional yang penting dalam konteks professional dan budaya.

Banyak teori yang diberikan oleh Hilman sebelum para mahasiswa melakukan praktik tata cara makan table manner tersebut.

Teori table manner yang diberikan:

  1. Makanan pembuka (appetizer) yaitu hidangan ringan yang disajikan sebelum menu utama untuk merangsang selera makan
  2. Makanan utama (main course) yaitu hidangan pokok yang paling mengenyangkan, bisa berupa daging, ikan, atau hidangan lainnya.
  3. Hidangan penutup (dessert) yaitu hidangan yang disajikan setelah hidangan utama selesai, sering berupa makanan manis.

Di akhir sesi acara  mahasiswa juga dapat teori bartender dan langsung praktik bartender.

Bartender  yaitu meracik dan menyajikan minuman, baik beralkohol maupun non-alkohol, di bar, restoran, klub malam, atau acara khusus.

Praktik table manner ini sangat penting bagi mahasiswa karena mereka  dapat mempelajari etiket makan yang berlaku secara internasional, dan  tentu saja berguna bagi ketika mereka akan berinteraksi dengan penutur asli bahasa asing.

Praktik ini juga sebagai wahana melatih soft skill yang menunjukkan profesionalisme, sopan santun, dan kepribadian yang baik, yang sangat dicari di dunia kerja.

Sebab, pemahaman etiket yang baik akan membantu membangun reputasi positif di lingkungan profesional, baik untuk diri sendiri maupun institusi tempat mereka bekerja.

Secara garis besar pelatihan ini  juga tidak hanya mengajarkan cara makan, tetapi juga cara bersikap dan berkomunikasi secara sopan dan efektif di meja makan.

Ini menjadi bagian dari profesionalisme dalam memahami budaya global, membangun hubungan atau memperkuat hubungan dengan klien atau mitra bisnis di masa depan dalam strategi negosiasi.

Jamuan makan sering menjadi ajang untuk membangun hubungan dan menyampaikan pesan secara tidak langsung. [Endang Ikhtiarti/Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda